Berita Viral

PILU Aipda Fernandoz Sihombing Gendong Bayi Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru, Guen Manurung Tewas

Kini, kecelakaan yang menewaskan bayi delapan bulan itu masih dalam penanganan Unit Laka Satlantas Polres Siak. 

Tayang: | Diperbarui:
Pekanbaru.com
GENDONG BAYI - Personel Satuan PJR Ditlantas Polda Riau Aipda Fernandoz Sihombing saat menggendong bayi korban meninggal akibat lakalantas di Tol Pekanbaru-Dumai, Kamis (21/5/2026). (Istimewa/Tribun Pekanbaru) 

TRIBUN-MEDAN.com - Pilu Aipda Fernandoz Sihombing gendong bayi korban kecelakan di Tol Pekanbaru.

Bayi bernama Guen Manurung itu tewas dalam kecelakaan tersebut.

Bayi perempuan berusia delapan bulan itu tewas dalam kecelakaan di ruas Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) KM 14 B, Rabu (21/5/2026) pagi. 

Baca juga: Viral di Medsos Soal Dugaan Pungli di Lokasi Wisata, Pemkab Samosir Telah Melaporkannya ke Polres

Kecelakaan tunggal ini bermula saat Toyota Avanza BK 1965 YR menghantam pembatas U-Turn jalan tol.

Saat tiba di lokasi sekitar pukul 05.30 WIB, anggota Satuan PJR Ditlantas Polda Riau itu mendapati suasana penuh kepanikan.

Beberapa penumpang sudah keluar dari kendaraan yang ringsek di bagian depan.

Baca juga: Pria Asal Labuhanbatu Ditangkap Dekat Kantor BNN Asahan, 16 Paket Sabu Disita dari Kos-kosan

“Dia minta tolong saya gendongkan, katanya itu keponakannya,” ujar Aipda Fernandoz Sihombing.

Tanpa berpikir panjang, Fernandoz langsung mengambil bayi tersebut dan mencoba memberikan bantuan pertama. 

Oksigen segera dipasang dengan harapan nyawa korban masih bisa diselamatkan. Namun harapan itu perlahan pupus.

“Namun kondisinya sudah tidak bergerak lagi. Mulutnya mengeluarkan darah sedikit,” katanya lirih.

Personel Satuan PJR Ditlantas Polda Riau Aipda Fernandoz Sihombing saat menggendong bayi korban meninggal akibat lakalantas di Tol Pekanbaru-Dumai, Kamis (21/5/2026). (Istimewa/Tribun Pekanbaru)
Personel Satuan PJR Ditlantas Polda Riau Aipda Fernandoz Sihombing saat menggendong bayi korban meninggal akibat lakalantas di Tol Pekanbaru-Dumai, Kamis (21/5/2026). (Istimewa/Tribun Pekanbaru) (Pekanbaru.com)

Sebagai polisi yang kerap menangani kecelakaan lalu lintas di jalanan, Fernandoz mengaku tetap sulit menahan perasaan ketika melihat korban masih bayi.

“Melihat kondisinya saya merasa ingin menangis,” ungkapnya.

Di tengah rasa haru, Fernandoz bersama petugas gabungan tetap berupaya fokus melakukan penyelamatan terhadap korban lain. 

Kini, kecelakaan yang menewaskan bayi delapan bulan itu masih dalam penanganan Unit Laka Satlantas Polres Siak. 

Baca juga: Pemprov Sumut Rehabilitasi 440 Rumah Tak Layak Huni dan Salurkan 7.157 Unit Rumah Subsidi

Namun bagi Aipda Fernandoz, momen saat menggendong tubuh mungil korban kemungkinan akan terus membekas dalam ingatannya.

Total terdapat sembilan orang di dalam kendaraan tersebut. Selain bayi bernama Guen Br Manurung, satu korban meninggal lainnya adalah Lama Br Pasaribu. 

Sementara enam korban mengalami luka berat dan satu lainnya luka ringan.

Informasi yang dihimpun, rombongan itu tengah dalam perjalanan menuju Pekanbaru dari arah Bathin Solapan.

Baca juga: Kapal Bawa 400 Balpress dari Malaysia Diamankan TNI AL di Perairan Batubara

Kecelakaan bermula ketika mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Doni Pardede (22), warga Labuhanbatu Selatan, melaju di ruas Tol Pekanbaru–Dumai. 

Saat tiba di KM 14 B, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi akibat microsleep hingga kendaraan keluar jalur dan menghantam pembatas jalan dengan keras.

Benturan membuat kendaraan rusak parah dan penumpang terpental di dalam mobil.

Petugas PJR Ditlantas Polda Riau bersama tim gabungan kemudian bergerak cepat melakukan evakuasi. Tiga unit ambulans, dua kendaraan derek, dan dua mobil patroli dikerahkan ke lokasi kejadian.

Seluruh korban dievakuasi ke RS Awal Bros Jalan Ahmad Yani Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasat PJR Ditlantas Polda Riau, AKBP Eko Baskara mengatakan penyelamatan korban menjadi prioritas utama setiap terjadi kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: Nekat Curi Motor Dinas TNI Personel Kodim Simalungun, 2 Orang Ditangkap, 1 Ditembak Polisi

“Setiap ada kejadian laka lantas, kita fokus kepada penyelamatan nyawa korban terlebih dahulu dan mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan agar aktivitas lalu lintas di jalan tol tetap berjalan tertib, aman, dan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh dan konsentrasi saat berkendara, terutama di jalan tol dengan kecepatan tinggi.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu menjaga konsentrasi saat mengemudi, mematuhi batas kecepatan, menggunakan sabuk pengaman, serta beristirahat apabila mengalami kelelahan ataupun mengantuk. Keselamatan adalah yang pertama dan utama,” tegasnya.

 

Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved