Berita Kecelakaan
Laka Tunggal Sekeluarga Asal Labusel di Tol Pekanbaru, Lasma Pasaribu dan Bayi 8 Bulan Meninggal
Kecelakaan maut mobil Toyota Avanza bernopol BK 1965 YR terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai), Riau.
TRIBUN-MEDAN.com - Kecelakaan maut mobil Toyota Avanza bernopol BK 1965 YR terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai), Riau.
Insiden kecelakaan tunggal ini menewaskan dua orang dan melukai tujuh orang lainnya.
Mobil tersebut dikemudikan oleh Doni Pardede (22), dengan membawa delapan penumpang yang merupakan satu keluarga.
Kepala Unit (Kanit) Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Permai Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau, Awi Ruben, mengatakan rombongan tersebut berangkat dari Labuhanbatu Selatan, Sumatra Utara (Sumut).
Mereka disebut hendak menuju bandara di Pekanbaru.
“Mereka mau ke bandara Pekanbaru. Jadi mereka cari orang lain untuk sopir, karena perjalanan jauh, biar bisa gantian nyetir. Ini keterangan dari sopir (Doni Pardede) itu ya,” kata Awi, Kamis (21/5/2026).
Menurut Awi, sejak berangkat dari rumah mobil awalnya dikemudikan salah seorang anggota keluarga.
Namun sebelum masuk Tol Permai, kemudi kemudian diserahkan kepada Doni.
Baca juga: DUDUK Perkara Model Ansy Jan De Vries Ngaku Kena Begal Hingga Koma, Ternyata Bohong, Untuk Apa?
Diduga Sopir Tertidur
Kecelakaan terjadi di KM 14 wilayah Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Kamis sekitar pukul 05.30 WIB.
Doni diduga hilang kendali akibat mengantuk atau microsleep saat mengemudi.
Mobil kemudian menabrak beton pembatas putaran balik (u-turn) jalan tol.
“Dia menyebut penumpang semuanya tidur, jadi dia pun mengaku terbawa mengantuk. Ini keterangan dia sementara, karena kondisinya belum sepenuhnya stabil setelah kecelakaan,” ungkap Awi.
2 Meninggal di TKP, 6 Luka Berat
Dirlantas Polda Riau, Kombes Jeki Rahmat Mustika, mengatakan dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Dua orang korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Kemudian, enam orang luka berat dan satu orang luka ringan,” kata Jeki.
Berikut nama-nama korban:
Meninggal Dunia
1. Lasma Br Pasaribu (56)
2. Guen Br Manurung (bayi 8 bulan).
Luka Berat
1. Doni Pardede
2. Sandi Pernando Manurung
3. Dewi Wanita Manurung
4. Asri Br Situmeang
5. Bertua Br Situmeang
6. Echa Br Manurung.
Luka Ringan:
Saundika Manurung.
Seluruh korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros Ahmad Yani untuk mendapatkan penanganan medis.
Kanit PJR, Awi Ruben menyebut, beberapa korban luka berat masih belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya belum stabil.
“Dua orang korban luka berat tidak sadarkan diri,” ujar Awi.
Sementara Dirlantas mengatakan, petugas Sat PJR Tol Permai bersama pihak Hutama Karya langsung menuju lokasi usai menerima laporan kecelakaan.
Petugas kemudian mengevakuasi korban dan kendaraan, serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi menduga kuat kecelakaan dipicu pengemudi yang tertidur saat berkendara.
Kerugian materi akibat kecelakaan itu ditaksir mencapai Rp 50 juta.
Jeki turut mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu menjaga konsentrasi saat mengemudi, mematuhi batas kecepatan, dan menggunakan sabuk pengaman. Apabila kondisi sedang mengantuk, agar dapat beristirahat, jangan memaksakan diri,” tambah Jeki.
Kesaksian Aipda Fernandoz Sihombing
Tangis Aipda Fernandoz Sihombing nyaris pecah saat menggendong tubuh bayi perempuan berusia delapan bulan korban kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru-Dumai.
Saat tiba di lokasi sekitar pukul 05.30 WIB, anggota Satuan PJR Ditlantas Polda Riau itu mendapati suasana penuh kepanikan.
Beberapa penumpang sudah keluar dari kendaraan yang ringsek di bagian depan. Di tengah situasi itu, seorang perempuan muda yang merupakan penumpang mobil datang sambil menggendong bayi.
“Dia minta tolong saya gendongkan, katanya itu keponakannya,” ujar Aipda Fernandoz Sihombing.
Tanpa berpikir panjang, Fernandoz langsung mengambil bayi tersebut dan mencoba memberikan bantuan pertama.
Oksigen segera dipasang dengan harapan nyawa korban masih bisa diselamatkan. Namun harapan itu perlahan pupus.
“Namun kondisinya sudah tidak bergerak lagi. Mulutnya mengeluarkan darah sedikit,” katanya lirih.
Sebagai polisi yang kerap menangani kecelakaan lalu lintas di jalanan, Fernandoz mengaku tetap sulit menahan perasaan ketika melihat korban masih bayi.
“Melihat kondisinya saya merasa ingin menangis,” ungkapnya.
Di tengah rasa haru, Fernandoz bersama petugas gabungan tetap berupaya fokus melakukan penyelamatan terhadap korban lain.
Kini, kecelakaan yang menewaskan bayi delapan bulan itu masih dalam penanganan Unit Laka Satlantas Polres Siak.
Namun bagi Aipda Fernandoz, momen saat menggendong tubuh mungil korban kemungkinan akan terus membekas dalam ingatannya. (*/tribunmedan.com)
Artikel inis udah tayang di Kompas.com
| Orlando Sianipar 'Nyanyi' di Persidangan, Dirjen Bea Cukai Terima 213 Ribu Dolar Singapura |
|
|---|
| Ucapan Prabowo Sebut Gaji ASN dan Guru Kecil Karena Kekayaan Negara Bocor ke Luar Negeri |
|
|---|
| Menteri Pigai Bilang Indonesia Negara Aman: Saya Naik Motor Sendiri Tidak Pernah Ada yang Ganggu |
|
|---|
| KPK Soroti Sistem Banper, Aliran APBN untuk MBG Melonjak Rentan Korupsi, Desak Penerbitan Perpres |
|
|---|
| Kondisi 9 WNI Ditangkap Militer Israel, Pemerintah Bilang Bukan Diculik atau Disandera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kecelakaan-di-Tol-Pekanbaru.jpg)