Berita Viral
Pengakuan Putri Ahmad Bahar Usai Bertemu Hercules, Fakta Baru Tuduhan Pesan Pengancaman
Ilma Sani Fitriana, putri penulis dan pegiat media sosial Ahmad Bahar angkat bicara setelah sempat dibawa massa anggota GRIB Jaya.
Karena di rumah tidak ada kedua orang tuanya, ia lalu mendampingi seorang anggota GRIB Jaya itu masuk ke dalam rumah.
"Saya tahu kalau memang sebetulnya orang masuk ke rumah itu enggak boleh, tapi kan ya bagaimana saya bingung harus apa, karena posisinya di situ belum ada ketua RT, belum ada
ketua RW segala macam keamanan juga enggak ada," ujarnya.
"Terus setelah itu baru mereka meminta
saya untuk ikut ke kantor GRIB yang ada di Kedoya, Jakarta, Kebon Jeruk," imbuhnya.
Ilma mengaku awalnya tidak mau karena kan di rumah tidak ada orang yang mereka cari yakni ayahnya.
Dia pun heran mengapa dirinya yang harus dibawa ke markas GRIB Jaya di Kedoya.
Padahal, ia sudah sempat mengklarifikasi terkait peretasan yang dialaminya beberapa hari sebelumnya ke anggota GRIB Jaya yang sempat mendatangi rumahnya.
Setelah sempat mengulur waktu dengan menghubungi orang tuanya, kata dia, datangla Ketua RW setempat.
Saat itu, kata dia, anggota GRIB Jaya masih terus memintanya dan meyakinkannya untuk datang ke markas GRIB Jaya.
Saat itu, ia tetap menolaknya.
"Akhirnya setelah Pak RW datang Pak RW bicara sama saya 'sudah Mbak enggak apa-apa saya dampingi' begitu ya sudah akhirnya ya mau enggak mau saya terpaksa ikut mereka ke kantor GRIB," tuturnya.
"Itu perjalanan sekitar jam 05.00 sampai sana itu Magrib. Ya sampai sana akhirnya menunggu Pak Hercules datang. Nah setelah Pak Hercules datang bicara dengan saya juga, kita saling bertatap. Pak Hercules masih tetap tidak percaya bahwa akun saya di-hack. Ya untuk apa saya untuk apa juga kan saya mengancam-ngancam
beliau beserta istrinya," ujar dia.
Saat itu, kata Ilma, Hercules menanyakan alasannya mengancam dirinya dan istrinya.
Ilma pun mengatakan bahwa yang mengancam bukanlah dirinya karena akun Whats App-nya diretas.
"Beliau tetap tidak percaya. Jadi pokoknya di sana ya saya merasa, merasa tertekan ya terintimidasi," pungkasnya.
Sampaikan Pengaduan ke LPSK
Terkait hal itu, Ketua Riset dan Advokasi Publik LBH AP PP Muhammadiyah, Gufroni, mengungkapkan akan secepatnya menyampaikan pengaduan ke pihak LPSK.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PUTRI-AHMAD-BAHAR-Grib-jaya.jpg)