Berita Viral
Pengakuan Putri Ahmad Bahar Usai Bertemu Hercules, Fakta Baru Tuduhan Pesan Pengancaman
Ilma Sani Fitriana, putri penulis dan pegiat media sosial Ahmad Bahar angkat bicara setelah sempat dibawa massa anggota GRIB Jaya.
Saat itu, dirinya belum tahu bahwa akun Whats App-nya diretas.
Lalu temannya heran karena sempat melakukan obrolan via teks dengan nomor Whats App Ilma.
"Terus dia bilang lho, ini barusan saya chat sama siapa? Lho, saya juga enggak tahu orang saya ini enggak bisa. Dia kasih unjuk, ada kata-kata kasar yang menurut saya ya itu enggak bagus gitulah pokoknya," ungkap Ilma saat konferensi pers di kantor PP Muhammadiyah Jakarta Pusat pada Selasa (19/5/2026).
Sekira pukul 20.00 WIB, lanjut ya, ia berhasil masuk kembali ke akun Whats App-nya.
Namun, muncul pemberitahuan sistem yang menyatakan harus menunggu beberapa waktu untuk meninjau akun.
Akan tetapi, sebelum pemberitahuan itu muncul ada nomor yang mengirim pesan.
"Ngapain kamu ngatain Saudara saya?" ucap Ilma mengigat pesan yang diterimanya.
Karena bingung, ia membiarkan pesan itu hingga keesokan paginya.
Keesokan paginya, ia mendapat pesan balasan terhadap pesan yang diduga dikirim oleh peretas akun Whats App-nya dari nomor tak dikenal yang menanyakan maksudnya.
"Nah dari situ saya kulik, memangnya saya jam segini sampai jam segini itu nomor ini kira-kira kirim apa?" Akhirnya di-screenshot, dikasih screenshot-nya dan ada empat video yang berhubungan dengan Bapak. Barulah saya di situ tahu oh ini ada hubungannya sama
bapak nih," ujarnya.
"Akhirnya saya kasih tahulah Bapak. Pak ini ada video ternyata berhubungan sama Bapak berarti yang di-hack kemarin itu ada hubungannya sama Bapak," imbuh dia.
Kemudian, kata dia, beberapa saat kemudian datang anggota GRIB Jaya yang datang untuk minta klarifikasi apa benar Ilma dan Bahar yang mengirim video itu.
Ia lalu menjelaskan bahwa akun Whats App-nya diretas.
"Terus saya pikir kan sudah selesai
masalahnya. Ternyata hari Minggu siang anggota GRIB itu datang lagi ke rumah.
Posisinya yang sudah dijelaskan tidak ada Bapak dan Ibu di rumah. Terus mereka enggak percaya kan kalau Bapak enggak ada di rumah," kata Ilma.
Salah seorang anggota GRIB Jaya itu lalu memintanya untuk menemaninya masuk ke rumah guna mencari keberadaan ayahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PUTRI-AHMAD-BAHAR-Grib-jaya.jpg)