Berita Viral
GURU BESAR UI Ingatkan Pemerintah Tak Langsung Nego dengan Israel Untuk Bebaskan WNI, Ini Alasannya
Pemerintah Indonesia sedang mencari cara untuk membebaskan 7 warga yang disekap tentara Israel di jalur Gaza.
TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah Indonesia sedang mencari cara untuk membebaskan 7 warga yang disekap tentara Israel di jalur Gaza.
WNI yang disekap merupakan relawan yang sedang menjalankan misi kemanusiaan di Gaza. Mereka terdiri dari jurnalis dan aktivis dari Rumah Zakat.
Pakar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengingatkan pemerintah untuk tidak langsung bernegosiasi dengan Israel.
Juwana menekankan, masalah penahanan WNI bukan isu bilateral Indonesia dengan Israel.
Pasalnya, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Masalah penahanan WNI adalah masalah dunia dengan Israel.
“Oleh karenanya Indonesia dalam melindungi warganya harus bertindak secara koordinatif dengan negara-negara yang warganya ditahan oleh Israel,” kata Juwana, Selasa (19/5/2026).
Menurut Juwana, pendekatan bilateral antara Indonesia-Israel justru akan dimanfaatkan oleh Israel untuk kepentingannya.
Dikhawatirkan, Israel menuntut Indonesia mau membuka hubungan diplomatik.
Pendekatan bilateral akan merugikan Indonesia.
"Bahkan publik Indonesia akan mengkritik pemerintah yang mau berhubungan dengan pemerintah Israel,” ungkapnya.
“Ini akan berakibat buruk dalam hubungan antara rakyat dengan pemerintah di dalam negeri,” sambungnya.
Baca juga: 39 Perlintasan Sebidang Liar di Sumut Rampung Ditutup, Terakhir di Deli Serdang
Baca juga: 39 Perlintasan Sebidang Liar Kereta Api di Sumut Rampung Ditutup, Terakhir di Deli Serdang
Juwana menambahkan, dalam skenario terburuk, bisa saja pemerintah tidak bisa membebaskan WNI yang ditahan, terutama bila ada sejumlah tuntutan dari Israel.
Dalam situasi demikian, pemerintah tidak bisa dipersalahkan bila tidak dapat membebaskan para WNI yang ditahan.
Pasalnya, sejak awal mereka tahu dan sadar betul konsekuensi yang dihadapi ketika bergabung dengan Sumud Flotilla.
Sebelumnya, Israel melakukan intersepsi terhadap kapal-kapal yang tergabung dalam Sumud Flotilla untuk misi kemanusiaan bagi rakyat Palestina di Gaza.
Sejatinya, misi kemanusiaan Sumud Flotilla yang terdiri dari aktivis kemanusiaan dari berbagai negara ditujukan juga untuk menembus blokade laut di perairan internasional oleh Israel.
Disamping itu, misi ini juga untuk menentang tindakan Israel yang melanggar hukum humaniter internasional terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Cikal bakal Sumud Flotilla dimulai dengan adanya Freedom Flotilla pada tahun 2008.
(*/tribun-medan.com)
Artikel sudah tayang di wartakota.com
| TOTAL 7 WNI Ditangkap Tentara Israel di Tengah Misi Kemanusiaan di Jalur Gaza: Aktivis dan Jurnalis |
|
|---|
| TERKUAK Isi Dua Buku Diari Anak Perempuan di Klaten Dicabuli Ayah Kandungnya Selama 5 Tahun |
|
|---|
| POTRET Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat AKP Deky Jonathan Ditahan: Jadi Backing Bandar Narkoba |
|
|---|
| VIRAL Nota Warung Bakso Tagih Biaya AC Rp3000 Per Orang ke Pelanggan yang Makan di Tempat |
|
|---|
| KRONOLOGI Penembakan Dua Petugas Security Perusahaan Sawit di Asahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dicegat-Israel-kapal.jpg)