Berita Viral

DANDIM Kediri Sebut Hoaks Video Viral Diduga Bagi-bagi Fee Proyek Koperasi Desa Merah Putih

Video berisi dugaan bagi-bagi komisi proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/KOMPAS.COM
Komandan Kodim (Dandim) 0809 Kediri, Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Dhavid Nur Hadiansyah, mengatakan bahwa penelusuran itu dengan mencari sosok dua orang pemeran dalam video, yakni pria yang berseragam loreng maupun wanita aparatur sipil negara (ASN), serta juga pembuat videonya. 

Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk tabayun jika menemukan informasi yang dianggap kurang tepat.

"Kami di sini selalu terbuka menjawab pertanyaan warga masyarakat. Marilah kita bijak bermedia sosial,” kata Dandim yang baru menjabat lima bulan tersebut.

Pihaknya juga akan menelusuri lebih lanjut peredaran video tersebut untuk mengungkap hal yang melatarbelakanginya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Kediri, Solikin, menyampaikan perlunya melakukan pengecekan kebenaran video tersebut.

Apalagi, Solikin menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam pembangunan fisik KDMP.

“Terkait isu tersebut perlu dicek kebenarannya. Secara langsung pembangunan fisik KDMP, pemkab enggak terlibat, selain untuk penyediaan lahan.” pungkasnya.

Viral di media sosial

Sebelumnya, beredar video pendek dengan narasi dugaan bagi-bagi fee penentuan titik lokasi pembangunan proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang disebut terjadi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Video itu berisi percakapan dua orang di dalam mobil, yakni percakapan seorang wanita berseragam mirip ASN yang duduk di belakang kemudi dengan seorang berseragam mirip militer malvinas yang duduk di sampingnya.

Inti percakapannya adalah pria berseragam tentara itu meminta bagian komisi atas pemberian 60 titik lokasi pembangunan proyek KDMP sembari menyoroti buruknya hasil pembangunan.

Wanita ASN yang diduga terafiliasi dengan kontraktor tersebut lantas memberikan bungkusan plastik diduga uang. Lalu, menjawab hasil pembangunan tidak sesuai spesifikasi karena anggarannya banyak kepotong komisi.

Bahkan, wanita ASN itu juga menyebut bahwa komisi itu mengalir ke banyak pihak termasuk ke komandan Komando Distrik Militer (Kodim) sehingga membuat bangunan menjadi tidak sesuai standar yang ada.

Pihak Dandim dalam kesempatan sebelumnya telah membantah poin-poin isi pembicaraan dalam video tersebut dan menyebutnya sebagai hoaks.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: Penjelasan Dandim Kolonel Danny Girsang soal Sertu MB Kabur Saat Diperiksa Kasus Pencabulan Siswi SD

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved