Berita Viral

PRIMUS Tak Percaya Alasan BI Sebut Rupiah Lemah Karena Situasi Perang: Ke Mata Uang Lain Juga Lemah

Nilai rupiah semakin lemah menimbulkan kekhawatiran rakyat Indonesia. Melemahnya nilai rupiah tentu berdampak pada harga barang.

Tayang:
TRIBUN MEDAN
PRIMUS - Anggota DPR RI Primus Yustisio dalam rapat bersama Bank Indonesia dengan Komisi XI DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (18/5/2026). 

Mengutip harga jual dolar AS pagi ini per pukul 09.15 WIB, harga TT counter di sejumlah atau transaksi tunai di bank langsung berkisar dari Rp 17.645 hingga Rp 17.750. 

Sebelumnya pemerintah membantah Indonesia berada di jurang krisis setelah rupiah terpuruk di angka Rp17.400 per dolar AS. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan ekonomi dalam negeri Indonesia sejatinya dalam kondisi baik-baik saja. 

Hal ini terbukti dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang naik ke angka positif dan inflasi yang terkendali bahkan menurun. 

Di mana ekonomi Indonesia naik 5,61 persen serta cadangan devisa juga cukup kuat. 

Hal ini kata Perry menggambarkan bahwa rupiah seharusnya bisa stabil bahkan menguat. 

“Tadi disampaikan oleh Pak Menko, berkaitan fundamental kita itu kuat. Pertumbuhan sangat tinggi, 5,61 persen, inflasi rendah, kredit juga tumbuh tinggi, cadangan devisa juga kuat,”

“Nah, ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat," ujar Perry usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026) malam.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di wartakota.com

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved