Berita Viral

PENYEBAB Rumah Ahmad Bahar Digeruduk Massa GRIB Jaya, Sang Istri Pilu Putrinya Dibawa: Jadi Sandera

Selain masalah peretasan, pemicu lainnya diduga kuat berasal dari unggahan video di akun TikTok milik Ahmad Bahar. 

Tayang:
Tribunjogja.com/Miftahul Huda
DIGERUDUK - Penulis Ahmad Bahar saat memperlihatkan buku karya terbarunya, Jumat (30/1/2026) Ahmad Bahar, penulis buku jadi sorotan usai rumahnya digeruduk oleh belasan orang yang mengaku anggota ormas GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026) (Tribun Jogja/Miftahul Huda) 

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah penyebab rumah Ahmad Bahar digeruduk massa GRIB Jaya.

Istri Ahmad Bahar Yenni Nur pilu putrinya dibawa ke kantor GRIB Jaya.

Hal itu bertujuan agar Ahmad Bahar mau datang dan menemui sang Ketua Umum, Rosario de Marshall atau Hercules. 

Baca juga: SeaBank Resmikan Kantor Cabang Medan, Langkah Perluas Akses Layanan Keuangan Digital

Insiden penggerudukan rumah penulis Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok, oleh massa ormas GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026).

Penggerudukan ini dipicu oleh dua hal antara suaminya dengan Hercules.

Pertama, adanya peretasan nomor telepon seluler milik putrinya pada pekan lalu. Pelaku peretasan menggunakan nomor putrinya tersebut untuk mengirimkan pesan bernada ancaman kepada Hercules. 

Baca juga: Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Tol Medan-Binjai Rp 1,1 Triliun, Kejati Sumut Periksa 20 Saksi

"Tiga atau empat hari yang lalu, HP anak saya di-hack. Ternyata hacker-nya itu mengancam-ancam si Hercules, pakai nomor anak saya," kata Yenni saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Senin (18/5/2026).

Pihak Hercules sebelumnya sempat mendatangi rumah mereka untuk meminta klarifikasi. Pihak keluarga pun sudah menjelaskan dan memberikan bukti bahwa HP tersebut diretas, tetapi penjelasan itu tidak dihiraukan.

"Waktu itu ada dua orang dari pihak mereka yang datang mengklarifikasi. Tetap aja katanya, 'Itu kamu yang lakuin'. Lah, mau nunjukin gimana lagi, kita ada bukti-bukti kalau HP kita di-hack. Ya apalagi anak saya perempuan ya, mana mungkin mau urusan yang kayak gitu-gitu," ujarnya.

Baca juga: Indonesia Hadapi Oman dan Mozambik di FIFA Matchday, Begini Tanggapan Legenda Timnas

Selain masalah peretasan, pemicu lainnya diduga kuat berasal dari unggahan video di akun TikTok milik Ahmad Bahar

Dalam video tersebut, Ahmad disebut mengkritik Hercules yang saat itu tengah berseteru dengan Amien Rais.

"Awal ininya sih ya ada konten Pak Ahmad Bahar yang menyinggung-menyinggung Hercules. Karena kan Hercules itu waktu itu mengingatkan Pak Amien Rais, sementara Pak Ahmad itu kan emang deket sama Pak Amien. Otomatis aja ya kontennya sih emang rada nyerempet-nyerempet, 'kamu tuh udah waktunya tumbang' gitu ngomong ke Hercules," jelas Yenni.

Saat masa GRIB Jaya mendatangi kediamannya, Ahmad Bahar justru tidak berada di tempat.

PENYEBAB Rumah Ahmad Bahar Digeruduk Massa GRIB Jaya, Sang Istri Pilu Putrinya Dibawa: Jadi Sandera
DIGERUDUK - Penulis Ahmad Bahar saat memperlihatkan buku karya terbarunya, Jumat (30/1/2026) Ahmad Bahar, penulis buku jadi sorotan usai rumahnya digeruduk oleh belasan orang yang mengaku anggota ormas GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026) (Tribun Jogja/Miftahul Huda)

"Kemarin jam 14.00 WIB, di rumah cuma ada anak-anak saya, mereka nyari suami saya enggak ada, akhirnya anak saya dipaksa ikut biar suami saya nemuin Hercules di markasnya," kata Yenni.

Saat rumahnya digeruduk, Yenni sedang berada di luar kota, sementara suaminya sedang dalam perjalanan untuk menyerahkan buku kepada Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan. Saat itu, ia mendapat laporan dari sang anak bahwa ada banyak pria tak dikenal yang mendatangi rumahnya.

 "Saya terputus kontak sama suami, dia tidak bisa dihubungi handphone-nya," ujar Yenni.

Ia menyebut rombongan pria anggota GRIB Jaya itu bahkan memaksa masuk dan menggeledah seisi rumah untuk mencari keberadaan Ahmad Bahar

Padahal, di dalam rumah hanya ada tiga orang anaknya. Meski tidak menemukan Ahmad, rombongan tersebut menolak untuk membubarkan diri.

Baca juga: HARTA KEKAYAAN Muhadjir Effendy yang Minta Tunda Pemeriksaan KPK soal Kasus Korupsi Kuota Haji

"Yang dicari Pak Ahmad, terus sampai anak saya dibawa itu untuk jadi sandera kalau Pak Ahmad belum nemuin mereka, gitu loh. Jadi disuruh datang dulu baru anak saya dipulangin, mana itu pas hari ulang tahun anak saya, sedih," ucap dia.

Ketua RW setempat ikut mendampingi anak Yenni saat dibawa oleh rombongan untuk memastikan keselamatannya.

Dipulangkan tengah malam

Setelah Ahmad Bahar berhasil dihubungi oleh istrinya, ia pun langsung bergerak cepat dan mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini di Polres Metro Depok dengan pendampingan hukum dari LBH Muhammadiyah. 

Setelah Ahmad Bahar membuat laporan, polisi meminta pihak Hercules mengantarkan putri Ahmad Bahar ke Mapolres Metro Depok.

 "Disuruh dianterin ke Polres Depok. Jadi mereka yang suruh nganterin, jadi kita kan udah menang di situ. LBH Muhammadiyah sudah siap juga dampingin. Sekitar pukul 02.00 WIB lah baru sampai itu," ucapnya.

Sang anak akhirnya pulang dengan selamat. Kedua belah pihak membuat kesepakatan damai di atas kertas.

 "Yang jelas sudah selesai ada hitam di atas putih lah bermaterai. Mungkin itu kesepakatan-kesepakatan yang diambil, tapi yang tahu detail isinya suami saya, dia lagi enggak ada juga. Yang penting anak saya sih udah aman kan udah di rumah," ujar dia.

Meski putrinya sudah kembali, Yenni menyayangkan aksi penggerudukan paksa tersebut. Ia menilai persoalan seperti ini seharusnya bisa diselesaikan lewat jalur hukum yang berlaku, bukan lewat intimidasi.

"Artinya kan kalau kita negara hukum ya udah laporin aja Pak Ahmad gitu kalau dia merasa si Hercules-nya tersinggung apa difitnah. Kan kita negara hukum lah, kenapa masih pakai aksi-aksi premanisme gitu. Bukan menggerebek model-model preman, itu kan udah nggak bisa dibenarkan di negara kita," tutur Yenni.

Ia pun berharap dengan adanya perjanjian damai yang sudah dibuat, masalah sudah selesai dan tidak terus-menerus diperpanjang.

Klarifikasi GRIB Jaya

GRIB Jaya membantah telah mengepung rumah penulis buku Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok, Minggu (17/5/2026). 

Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, kedatangan mereka untuk meminta klarifikasi konten video yang menyinggung Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules.

"Narasi yang menyebutkan adanya "pengepungan massa" dinilai sangat berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan," ujar Marcel dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).

Marcel mengatakan kedatangan anggota GRIB Jaya juga mengingatkan Ahmad Bahar bahwa ruang publik harus diisi dengan fakta, bukan fitnah atau provokasi.

Untuk menjaga kondusivitas di lingkungan sekitar dan menghindari hal-hal anarkis, anggota GRIB meminta Ahmad Bahar langsung datang ke Kantor DPP GRIB Jaya guna mengklarifikasi pernyataannya yang menyinggung Hercules. 

"Sayangnya, Ahmad Bahar dinilai tidak satria dan mencoba lepas dari tanggung jawab. Alih-alih hadir secara jantan, ia justru melarikan diri, mematikan telepon genggamnya, dan hanya mengutus putrinya untuk datang ke kantor DPP," kata Marcel.

 

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved