Berita Viral

Rupiah Tembus 17.600 per Dolar, DPR Singgung Pengrajin Tempe Rasakan Dampak Pelemahan Rupiah

Pengrajin tahu dan tempe kini mulai kesulitan menyiasati lonjakan harga kedelai

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Tribun jabar/Rahmat Kurniawan
PRODUKSI TEMPE- Pengrajin tahu dan tempe kini mulai kesulitan menyiasati lonjakan harga kedelai yang dipicu depresiasi rupiah. Foto Produksi tempe di Cimahi. Produksi tempe terkena imbas pelemahan rupiah terhadap dolar 

“Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja. Nggak usah takut. Mau dolar berapa ribu kek? Kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar,” kata Prabowo yang langsung disambut tawa hadirin.

Ucapan tersebut menjadi perhatian publik karena disampaikan ketika kurs rupiah sedang menjadi sorotan nasional. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang kerap dianggap sebagai salah satu indikator penting kondisi ekonomi Indonesia karena berkaitan dengan perdagangan internasional, impor, investasi, dan stabilitas pasar keuangan.

2. Prabowo Sebut Warga Desa Tak Terlalu Terdampak Kurs Dolar

Dalam pidatonya, Prabowo menilai masyarakat pedesaan tidak terlalu terdampak langsung oleh naik turunnya dolar Amerika Serikat.

Menurutnya, aktivitas ekonomi masyarakat desa lebih banyak menggunakan rupiah dan bertumpu pada kebutuhan pokok sehari-hari dibanding transaksi internasional.

Saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk pada hari yang sama, Prabowo kembali menyinggung soal rupiah dan dolar sambil mempertanyakan pandangan sebagian pihak yang dinilainya terlalu pesimistis terhadap kondisi ekonomi nasional.

“Sekarang ada yang selalu, entah apa saya enggak mengerti ya. Sebentar-sebentar Indonesia akan collaps, akan keos, akan apa ya kan? Rupiah begini, rupiah begitu apa? dolar begini, dolar. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok. Iya kan?” ujarnya.

Istilah “collapse” yang disebut Prabowo merujuk pada kondisi runtuhnya sistem ekonomi atau situasi krisis berat yang menyebabkan ekonomi suatu negara mengalami gangguan serius.

Pernyataan itu sekaligus menunjukkan pandangan Prabowo bahwa kondisi ekonomi masyarakat akar rumput tidak sepenuhnya bergantung pada fluktuasi pasar keuangan global.

3. Pengusaha dan Pelaku Aktivitas Internasional Disebut Paling Pusing

Meski berbicara dengan nada santai, Prabowo mengakui ada kelompok tertentu yang paling merasakan dampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Menurutnya, pihak yang paling terdampak adalah pengusaha dan masyarakat yang memiliki aktivitas internasional, termasuk mereka yang sering bepergian ke luar negeri.

“Yang pusing itu yang suka keluar negeri. Pengusaha lho,” ujar Prabowo sambil bercanda.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan kondisi dunia usaha yang banyak menggunakan dolar AS dalam aktivitas perdagangan maupun impor barang.

Ketika dolar menguat terhadap rupiah, biaya impor bahan baku dan kebutuhan industri biasanya ikut meningkat. Situasi itu dapat memengaruhi harga barang, biaya produksi, hingga kondisi bisnis di dalam negeri.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved