Berita Viral
ULTIMATUM Prabowo ke Pembela Koruptor, Tak Mau Kekayaan Alam Terus Dicuri: Membela Maling-maling
Prabowo berbicara bahwa ia tidak akan mundur sedikit pun dalam mengawal kekayaan alam dan aset negara agar tidak terus-menerus mengalami kebocoran.
TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah ultimatum Prabowo ke pembela koruptor.
Ia menegaskan tak mau lagi kekayaan alam Indonesia terus dicuri.
Prabowo pun menantang pihak-pihak yang mencoba melindungi pelaku korupsi di tanah air.
Baca juga: PRESIDEN Prabowo Tegaskan Program MBG Tidak Boleh Berhenti, Ingatkan Jangan Ada Penyelewengan
Ia mengatakan bahwa siapa pun yang membela para ‘maling’ kekayaan negara akan langsung berhadapan dengan kekuatan seluruh rakyat Indonesia.
Hal itu diungkapkannya dalam pidatonya saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Mulanya, Prabowo berbicara bahwa dirinya tidak akan mundur sedikit pun dalam mengawal kekayaan alam dan aset negara agar tidak terus-menerus mengalami kebocoran.
Baca juga: RUPANYA Bukan Cuma Josepha, Shindy MC Pernah Buat Klien Wedding Sampai Nangis
Ia mengajak seluruh elemen bangsa yang setia pada kepentingan umum untuk merapatkan barisan di belakang pemerintah.
"Kita tidak mau lagi kekayaan Indonesia dicuri terus! Kita tidak mau lagi kekayaan Indonesia dicuri terus! Yang mau membela rakyat bersama-sama saya, silakan. Yang mau membela maling-maling itu, silakan di situ. Kau akan hadapan dengan seluruh rakyat Indonesia. Saya yakin itu," tegas Presiden Prabowo
Prabowo menilai perlindungan terhadap kekayaan negara sangat krusial di tengah situasi dunia yang didera ketidakpastian ekonomi dan konflik geopolitik.
Baca juga: LIVE SCORE Hasil Chelsea vs Manchester City Siapa Menang, Siaran Final Piala FA
Menurutnya, ketahanan nasional hanya bisa kokoh apabila komoditas strategis, terutama pangan, dikelola secara bersih dan bebas dari praktik pembobolan dana negara.
Ia juga mengingatkan bahwa program-program kerakyatan beranggaran besar yang sedang dijalankan saat ini harus diwujudkan melalui kerja sama tim yang bersih dari penyimpangan.
Evaluasi ketat pun akan terus diberlakukan secara berkala di tingkat pusat maupun daerah.
Baca juga: Bisker Sinaga Dieksekusi ke Lapas Labuhanruku, Terpidana Penipuan Gadai Tanah Rp 170 Juta
"Ini adalah teamwork. Seluruh tim bekerja. Menteri-menteri, ada yang ngurus legalitas masalah hukumnya, ada yang ngurus ada yang ngurus keuangan, ya," pungkasnya.
Sasar Harta Koruptor di Istri Simpanan
Prabowo sasar harta koruptor yang disimpan istri muda.
Ia menegaskan bakal menyita aset-aset tak bertuan yang diduga milik koruptor dan kriminal.
Prabowo memperingatkan akan menarik uang koruptor yang disimpan di istri peliharaan.
Baca juga: Tanggapan BGN Setelah Ratusan Siswa dari 12 Sekolah Keracunan MBG di Surabaya
Bahkan ia mengatakan saat ini ada Rp39 triliun uang yang akan disita.
Ia menjelaskan, pemerintah akan mengejar dan menyelamatkan harta yang diduga milik para koruptor dan disimpan di rekening-rekening yang tidak jelas.
Rencana penyitaan aset tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sambutannya di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
Harta tersebut diduga merupakan milik para pelaku kriminal yang sengaja disembunyikan agar tidak terdeteksi oleh otoritas hukum.
Baca juga: NASIB Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun Kasus Chromebook
Prabowo menduga dana tersebut ditinggalkan oleh pemiliknya di rekening tertentu, termasuk yang mengatasnamakan pihak-pihak terdekat seperti istri siri atau simpanan.
“Mungkin dia banyak istri muda atau peliharaan-peliharaan, jadi istri-istrinya, ahli warisnya nggak tahu bahwa dia punya uang di bank-bank tersebut,” ujar Presiden Prabowo Subianto.
Prabowo menjelaskan bahwa aset-aset tersebut sudah terbengkalai selama bertahun-tahun tanpa ada yang mengurusnya.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, nilai total aset tak bertuan yang sedang dipantau mencapai puluhan triliun rupiah.
“Dan saya juga dapat laporan bahwa juga ada kurang lebih Rp39 triliun uang-uang yang nggak jelas. Para koruptor atau para kriminal itu mungkin entah sudah lari dari Indonesia atau sudah meninggal, uangnya ketinggalan di rekening-rekening nggak jelas, ya kan,” tegas Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan pemerintah telah memberikan tenggat waktu selama satu tahun melalui pengumuman resmi agar pihak yang berhak segera melakukan klaim.
Baca juga: NASIB Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun Kasus Chromebook
Namun, jika hingga batas waktu berakhir tetap tidak ada yang datang, maka aset tersebut akan disita secara permanen demi kepentingan rakyat.
“Sudah sekian tahun tidak diurus dan sudah satu tahun kita umumkan, umumkan, umumkan, nggak ada yang datang, ya sudah pindahin untuk rakyat, ya,” tambah Presiden.
Dana hasil penyitaan aset ini rencananya akan dialokasikan langsung untuk program kesejahteraan masyarakat, seperti perbaikan puskesmas dan renovasi sekolah yang sudah puluhan tahun terbengkalai.
Adapun upaya penyelamatan aset tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan atau Satgas PKH, Kejaksaan Agung, Polri, TNI, BPKP, hingga PPATK.
Baca juga: 2 Begal yang Ditangkap di Binjai Disebut-sebut Berbeda dengan yang di Medsos, Polisi: Itu AI
Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus bekerja keras tanpa rasa takut terhadap ancaman dari para pelaku kriminal.
“Saya paham Satgas TPKH bukan satgas yang sekarang disukai. Banyak yang tidak suka sama kalian. Ya itu bandit-bandit perampok itu nggak suka sama kalian. Ya tinggal kamu, kamu takut sama mereka atau kamu bela rakyat? Tergantung kamu,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PIDATO-PENUTUPAN-RETRET-Presiden-Prabowo.jpg)