Berita Viral
Ditegur Merokok, 8 Siswa SMK Keroyok Satpam, Kepsek Sebut Pelaku Kerap Langgar Peraturan Sekolah
Namun, karena tak terima ditegur, para siswa justru menunggu korban pulang. Korban lantas dicegat dan dipukuli pakai perkakas dan tangan kosong.
TRIBUN-MEDAN.com - Ditegur merokok, 8 siswa SMK keroyok satpam.
Kepala sekolah menyebut para pelaku memang kerap melanggar peraturan sekolah.
Mereka pun sudah biasa berurusan dengan guru BK.
Baca juga: Rupiah Melemah, Prabowo Sebut Masyarakat di Desa tak Terpengaruh Langsung: Nggak Pakai Dolar
Video yang menunjukkan sejumlah siswa melakukan pengeroyokan terhadap dua orang satpam viral di media sosial.
Setelah ditelusuri, dua satpam tersebut ternyata merupakan satpam dari SMK 1 Polewali Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.
Aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah siswa di luar area sekolah dan jadi tontonan warga.
Baca juga: AKUI Program MBG Bermasalah, Prabowo Janji Tindak Pejabat yang Selewengkan Anggaran: Kita Bersihkan
Pengeroyokan tersebut terjadi di Jl Pemuda, Kelurahan Daerma, Kecamatan Polewali.
KBO Satreskrim Polres Polman, Iptu Iwan Rusmana membenarkan adanya tindak pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah siswa tersebut.
Mengutip TribunSulbar.com, ia menuturkan bahwa kedua korban berinisial MR (24) dan MS (28).
Aksi tersebut dipicu karena para siswa tak terima ditegur korban saat merokok.
"Berawal saat seorang satpam menegur beberapa siswa yang memanjat pagar dan merokok di lingkungan sekolah," ujar Iptu Iwan.
Kejadian tersebut berawal dari korban yang hendak mengecek siswa yang masih berkumpul di sekitar SMK 1 Polewali saat jam pulang sekolah.
Korban pun mengingatkan para pelaku yang sedang merokok.
Namun, karena tak terima ditegur, para siswa justru menunggu korban pulang.
Baca juga: Diduga Lindungi Pacar, Pemuda Tewas Dikeroyok di Tempat Biliar, Didorong dari Lantai 2 Lalu Diinjak
Korban lantas dicegat dan dipukuli pakai perkakas dan tangan kosong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PENGEROYOKAN-dua-satpam-SMK-Negeri-1-Polewali-menjadi-korban-pengeroyokan.jpg)