Berita Viral
VIRAL Influencer Kehilangan 140 Ribu Followers Dalam Semalam Gegara Filter Wajah Eror Saat Live
Sosok influencer kecantikan di China kehilangan 140 ribu followernya dalam semalam gegara filter wajah eror
Meski begitu, angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Perangkat lunak pemanis wajah sendiri kini memang lazim digunakan dalam siaran langsung.
Teknologi itu dapat mengubah bentuk wajah secara real time, mulai dari menghaluskan kulit, memperbesar mata, hingga membentuk ulang rahang.
Sejumlah kreator bahkan menggunakan pencahayaan khusus dan perangkat siaran tambahan untuk memperkuat efek visual tersebut.
Insiden ini juga memunculkan kritik terhadap budaya gift dalam livestream, ketika penonton memberikan hadiah virtual atau donasi kepada kreator favorit mereka.
Banyak pengguna internet mengejek penonton yang rela menghabiskan uang untuk influencer dengan penampilan yang dianggap terlalu dimanipulasi secara digital.
Baca juga: SIASAT Licik Satpam Masuk Kamar ART di Rumah Pribadi Bupati Konsel, Korban Baru Sehari Kerja
Sebagian komentar menyebut para pengikut telah tertipu oleh persona online yang dibentuk melalui filter, pencahayaan, dan perangkat editing.
Namun di sisi lain, ada pula yang menilai reaksi publik terlalu berlebihan dan menunjukkan sikap internet yang keras terhadap perempuan dan isu penuaan.
Sebagian pengguna media sosial mengatakan kasus ini menunjukkan bagaimana livestream yang terlalu diedit dapat menciptakan standar kecantikan tidak realistis bagi audiens, terutama penonton muda.
Perdebatan itu juga menyoroti hubungan parasosial antara influencer dan pengikut mereka, terutama di platform yang membuat kreator bergantung pada citra online yang aspiratif.
Sebuah video komentar di YouTube yang membahas kasus tersebut menyebut industri livestream kecantikan di China kini semakin kompetitif.
Banyak kreator disebut menggunakan filter canggih, sistem pencahayaan profesional, dan alat editing untuk tampil lebih menarik di depan kamera.
Meski menuai kritik, sebagian pengguna internet menilai penggunaan filter berlebihan sebenarnya tidak hanya terjadi di China, melainkan sudah menjadi fenomena umum di berbagai platform media sosial global.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribunjatim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KEHILANGAN-FOLLOWERS-Seorang-influencer-atau-streamer-kecantikan-asal-China.jpg)