Berita Viral
REAKSI Roy Suryo saat Polisi Akan Umumkan Status Ijazah Jokowi yang Menjerat Dirinya dan dr Tifa
Roy Suryo pasrah atas pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto terkait pengumuman status kasus ijazah Jokowi
TRIBUN-MEDAN.COM - Roy Suryo mengaku menghormati Polda Metro Jaya apa pun hasil dari kasus ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Meski menghormati, Roy Suryo mengaku heran terhadap pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi yang terkesan ikut mendoakan agar P21 segera terbit.
"Kita hormati statement Kombes Budi ya, Kombes Budi mengatakan kita doakan agar P21. Loh, kok Polda Metro Jaya ikut mendoakan, ini memangnya apa ya gitu? Emang jadi ulama mendoakan," ucapnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Sabtu (16/5/2026).
Namun, Roy Suryo mengaku tidak masalah dan kini hanya tinggal menunggu saja.
"Tapi enggak apa-apa, kita tunggu saja. Tapi yang jelas P21 itu bukan final ya. Ada yang namanya P19 mati, ada yang namanya P20 itu dihentikan di mana. Kita enggak akan prediksikan karena kita bukan tukang ramal, bukan tukang prediksi.
Tapi upaya yang kami lakukan selama ini adalah upaya untuk membuktikan bahwa apa yang kita lakukan itu clear, clean, dan juga credible. Clean dokumen, clear prosedur, dan juga credible witnesses. Kita tidak hanya melakukan omon-omon," ujar Roy Suryo.
Sebelumnya, Kombes Budi mengatakan bahwa pihaknya akan segera menentukan soal P21 atau kelengkapan berkas perkara kasus dalam waktu dekat ini.
Namun, Kombes Budi belum bisa memastikan kapan waktu pasti keputusan nasib Roy Suryo dan Dokter Tifa itu.
Dia hanya mengatakan bakal dilaksanakan pada bulan Mei ini. “Kita sama-sama berdoa yang yakin bahwa perkara akan kita umumkan,” ungkap Budi, Rabu (13/5/2026).
Untuk diketahui, hingga sekarang P21 atau kelengkapan berkas perkara penyidikan belum diterbitkan oleh Kejaksaan dan prosesnya telah melewati batas waktu 14 hari setelah pelimpahan berkas perkara.
Kejaksaan pun mengatakan bahwa berkas perkara tersebut masih dipelajari lebih lanjut oleh Kejaksaan.
Namun, pihak kejaksaan tidak menjelaskan alasan pemeriksaan berkas itu membutuhkan waktu cukup lama. Apabila P21 itu akhirnya diterbitkan Kejaksaan, maka para tersangka kasus ijazah akan segera ditahan.
Roy Suryo Tegaskan Tak Ada yang Berhak Menahannya
Sebelumnya, saat membahas P21, Roy Suryo menegaskan bahwa tidak ada yang berhak menahannya terkait perkara ijazah palsu Jokowi ini, terlebih P21 sampai saat ini tidak ada kejelasan.
"Siapa yang berhak menahan? Kalau kepolisian tidak tahan, ya kejaksaan tidak akan menahan. Itu sudah jelas, aturannya gitu. Apalagi tidak bisa langsung dipastikan P21 gitu loh," ucapnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Jumat (15/5/2026).
Roy Suryo juga mengatakan bahwa pasal yang dikenakan padanya, yakni Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 35 UU ITE, dengan ancaman hukuman penjara hingga 12 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar, merupakan pasal selundupan.
"Pasal 32 dan 35 ini pun ini pasal yang diselundupkan di dalam perkara saya. Enggak ada yang terkait dengan itu dan itu nanti akan gugur dengan sendirinya," jelasnya.
Menurut Roy Suryo, dalam kasus ini yang ditunggu masyarakat Indonesia bukanlah penahanan dirinya maupun tersangka lain, melainkan kepastian soal ijazah Jokowi.
"Yang ditunggu masyarakat itu bukan soal penahanan saya atau penahanan dokter Tifa soal pencemaran, bukan, tapi yang ditunggu tuh soal kepastian ijazah ini palsu," ujarnya.
Roy Suryo Minta Kasus Dihentikan Melalui SP3
Roy Suryo juga meminta kasus dihentikan demi hukum lewat Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), bukan Restorative Justice (RJ).
Permintaan ini diajukan Roy Suryo karena pihaknya menilai proses hukum yang berjalan cacat prosedur dan melampaui batas waktu 14 hari pelimpahan berkas.
Karena lamanya proses ini, Roy Suryo pun mendesak agar kasus dihentikan dengan SP3.
"SP3 itu ada 10 cara ya, tidak hanya melalui RJ. RJ itu hanya satu cara di antara 10 cara, lainnya adalah demi hukum. Lah ini perkara sudah lewat lama kenapa enggak dihentikan," tegas Roy Suryo.
"Soal waktu yang sudah lewat panjang, mau pakai KUHAP lama atau KUHAP baru, kalau kita tahu persis aturan perundang-undangan enggak bisa lagi turun ke Perpol. Terus misalnya bolak-balik (berkasnya), bolak-balik enggak, itu yang lama. Sekarang kalau yang baru harus berhenti," ucapnya.
Terkait dengan P21 sendiri, Roy Suryo mengaku tidak yakin terkait hal tersebut karena masih ada kemungkinan lain yang terjadi.
"Belum tentu juga P21. Ujungnya tuh masih ada tiga kemungkinan, bisa P21, bisa P19 mati istilahnya, jadi P19 balik lagi atau malah P20, orang-orang yang banyak enggak tahu nih P20. Jadi P20 itu dihentikan oleh kejaksaan karena tidak lengkap, kemudian prosesnya sudah terlalu lama, lewat 14 hari," jelasnya.
Roy Suryo juga mengatakan pelimpahan berkas itu sudah berjalan hampir 90 hari lamanya. "Sudah 90 hari, jadi artinya sudah enggak layak lagi, penghentian perkara itu tidak hanya dari kepolisian," tegas Roy Suryo.
Untuk diketahui, dalam kasus ini, Polda Metro Jaya menetapkan delapan orang sebagai tersangka yang dibagi menjadi dua klaster.
Klaster pertama terdiri dari lima tersangka, yakni Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah. Sementara klaster kedua berisi tiga tersangka, yakni Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma.
Namun, di tengah berjalannya kasus ini, status tersangka Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis, dan Rismon Hasiholan Sianipar dicabut setelah ketiganya mengajukan RJ.
(*/Tribun-medan.com/ Tribunnews.com)
Baca juga: Roy Suryo Heran Polda Metro Jaya Doakan Berkas P21 Kasus Ijazah Jokowi, Pastikan Belum Final
Baca juga: Polda Metro Jaya Putuskan Perkara Roy Suryo dan dr Tifa Dalam Waktu Dekat Terkait Ijazah Jokowi
Roy Suryo minta kasus ijazah Jokowi dihentikan
Update Kasus Ijazah Jokowi
Roy Suryo Kasus Ijazah Jokowi
tersangka kasus ijazah Jokowi
Kasus Ijazah Jokowi Lanjut ke Sidang
| PDIP Tuding Wapres Gibran Cuma Pansos Usai Undang Josepha Peserta LCC: Kita Geli, Asam Sulfat |
|
|---|
| INILAH Deretan Ketegangan di Balik Layar Antara Tim Presiden Trump dan Pengawal Xi Jinping di China |
|
|---|
| Isi Chat Ancaman ke Josepha Alexandra usai Polemik LCC MPR, SMAN 1 Pontianak Ungkap Kondisi Terkini |
|
|---|
| PROTES Foto Kondisi Terkini Kamaruddin Simanjuntak Tersebar, Kakak Kandung Kecam Tindakan Seprofesi |
|
|---|
| Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Jerome Polin hingga Maudy Ayunda Ungkap Kemirisan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Roy-Suryo-mendatangi-kantor-Kejaksaan-Tinggi-DKI-Jakarta.jpg)