Berita Viral

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Jerome Polin hingga Maudy Ayunda Ungkap Kemirisan

Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara, Jerome Polin, Maudy Ayunda hingga Inul Daratista ungkap kekecewaan dan kemirisan hati

Tayang:
PUSPENKUM KEJAGUNG
JADI TERSANGKA: Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Kemendikbudristek pada 2019-2022, Kamis (4/9/2025). 

TRIBUN-MEDAN.COMNadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara, Jerome Polin, Maudy Ayunda hingga Inul Daratista ungkap kekecewaan.

Adapun sejumlah artis yakni Jerome Polin hingga Maudy Ayunda mengungkap rasa kecewa mereka setelah Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara.

Mereka menilai tuntutan terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tersebut terlalu berat dan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang ingin terjun membantu pemerintahan.

Jerome Polin menjadi salah satu figur publik yang paling vokal menyuarakan pendapatnya.

Melalui akun Instagram pribadi, ia mengaku kecewa setelah melihat jalannya persidangan Nadiem Makarim.

Menurut Jerome Polin, kasus tersebut berpotensi membuat orang-orang yang memiliki kualitas dan integritas menjadi takut bekerja sama dengan pemerintah.

Ia khawatir kondisi itu justru membuka peluang bagi orang-orang korup untuk mendominasi pemerintahan.

Baca juga: NASIB Kepsek SMK di Tangsel Dicopot, Diduga Terlibat Child Grooming

"Liat Mas Nadiem dipenjara 18 tahun, ujung2nya semua orang berkualitas dan berintegritas takut masih ke/bekerja sama dengan pemerintah, akhirnya diisi oleh orang2 yang korup.

We are doomed, aren't we?," tulis Jerome Polin.

Jerome juga mengaku sedih karena dirinya pernah memiliki impian untuk menjadi Menteri Pendidikan dan ikut berkontribusi bagi dunia pendidikan Indonesia.

Namun setelah melihat kasus yang menimpa Nadiem Makarim, ia merasa takut untuk mengambil risiko serupa.

"Udah speechless. Semua bukti di persidangan gak dianggep.

Gak bisa nemuin kesalahan, tapi tetep di hukum.

Bahkan hukumannya lebih berat dari banyak kriminal dan koruptor.

Sebagai orang yang punya impian untuk menjadi menteri pendidikan dan berkontribusi untuk pendidikan Indonesia, aku sedih dan patah hati banget.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved