Berita Viral
INILAH Deretan Ketegangan di Balik Layar Antara Tim Presiden Trump dan Pengawal Xi Jinping di China
Pengawal Presiden Amerika Serikat (AS) membuang semua barang dari China sebelum naik pesawat setelah melakukan kunjungan kenegaraan
TRIBUN-MEDAN.COM - Pasukan pengawal presiden Amerika Serikat (AS) membuang semua barang-barang dari China sebelum naik pesawat setelah melakukan kunjungan kenegaraan. Hal tersebut diutarakan oleh Koresponden New York Post untuk Gedung Putih, Emily Goodin, dalam unggahan di akun X miliknya.
Emily Goodin merupakan salah satu dari sekian jurnalis yang mengikuti kunjungan kenegaraan Presiden AS Donald Trump ke Beijing China pada Rabu (13/5/2026) hingga Jumat (15/5/2026).
Goodin menuturkan, semua barang yang diberikan oleh pejabat China selama kunjungan kenegaraan langsung dibuang oleh paspampres, staf AS, dan pers yang ikut dalam rombongan Presiden Trump sebelum naik ke Pesawat Air Force One.
"Sama sekali tidak boleh ada barang-barang dari China yang dibawa ke dalam pesawat," perintah salah satu staf AS saat para delegasi meninggalkan Beijing pada Jumat (15/5/2026).
Mereka lalu mengumpulkan dan membuang semua benda yang diberikan oleh pihak China kepada delegasi AS.
"Semuanya dikumpulkan sebelum kami naik ke Pesawat Air Force One dan langsung dibuang ke tempat sampah di dekat tangga pesawat. Tidak ada barang satu pun dari China yang boleh masuk ke pesawat," tulis Goodin.
Dilansir NDTV, tim pers/jurnalis Gedung Putih membenarkan laporan tersebut.
"Barang-barang yang dikumpulkan lalu dibuang meliputi kartu pers, ponsel sekali pakai yang dibagikan kepada staf Gedung Putih, serta pin delegasi,"ujar mereka.
Tunjukkan Sikap Ramah di Depan Kamera
Di satu sisi, Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping tampak menunjukkan sikap ramah di depan kamera selama kunjungan berlangsung.
Akan tetapi, hubungan antara tim pers serta tim keamanan AS dan China di balik layar jauh lebih tegang selama pertemuan yang penuh pertaruhan tersebut.
Bahkan, pada satu momen selama pertemuan Trump dan Xi di Temple of Heaven atau Kuil Surga, seorang agen Secret Service alias Paspampres AS yang mendampingi tim pers/jurnalis sempat dilarang memasuki area karena membawa senjata api.
Padahal, membawa senjata adalah prosedur standar di bawah protokol keamanan Presiden AS.
Ketegangan di balik layar juga sempat memuncak saat waktu keberangkatan.
Pejabat China awalnya melarang tim pers untuk bergabung dengan iring-iringan mobil kepresidenan.
Staf kepresidenan AS yang ikut bersama rombongan pers akhirnya harus memaksa masuk menerobos penjagaan keamanan agar para wartawan bisa lewat.
Hal tersebut dilaporkan oleh media AS, The Hill, mengutip para jurnalis yang berada di lokasi.
Gesekan atau tegangan seperti ini bukan pertama kalinya terjadi dalam kunjungan Presiden AS ke China.
Ketika mantan Presiden AS Barack Obama melawat ke Hangzhou pada 2016 untuk KTT G20, staf AS dan China sempat terlibat adu mulut yang sengit.
Mereka berdebat mengenai seberapa banyak warga Amerika yang diizinkan mendampingi Obama masuk ke ruang pertemuan dengan Presiden Xi, menurut laporan dari The New York Times.
Pihak pengawal Xi memaksa tim staf AS untuk mengikuti prosedur mereka.
(*/Tribun-medan.com)
Baca juga: Donald Trump Deal Besar-besaran dengan China Buat Heboh, Poin Utama Dirahasiakan?
Baca juga: Mengejutkan Pengakuan Donald Trump, Presiden AS Dilaporkan Ingin Angkat Kaki dari Perang Iran
| Isi Chat Ancaman ke Josepha Alexandra usai Polemik LCC MPR, SMAN 1 Pontianak Ungkap Kondisi Terkini |
|
|---|
| PROTES Foto Kondisi Terkini Kamaruddin Simanjuntak Tersebar, Kakak Kandung Kecam Tindakan Seprofesi |
|
|---|
| Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Jerome Polin hingga Maudy Ayunda Ungkap Kemirisan |
|
|---|
| NASIB Kepsek SMK di Tangsel Dicopot, Diduga Terlibat Child Grooming |
|
|---|
| SOSOK AKP Yohanes Bonar Adiguna, Kasat Resnarkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Presiden-Trump-dan-presiden-China.jpg)