Kecelakaan Bus ALS di Muratara

Korban Bus ALS VS Truk Tangki Bertambah Jadi 19, Jumiatun Meninggal, Sempat Dirawat Bareng Suami

Diketahui, Jumiatun mengalami luka bakar dengan persentase 70 persen hingga 80 persen hingga trauma inhalasi.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/KOMPAS.COM/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRA
MENINGGAL - Jumiatun (43) korban kecelakaan bus ALS yang mengalami luka bakar saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan, Palembang, Sabtu (9/5/2026). Jumiatun kini dikabarkan meninggal dunia (KOMPAS.COM/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRA) 

TRIBUN-MEDAN.com - Korban Bus ALS VS truk tangki di Muratara bertambah jadi 19 orang. 

Jumiatun yang sebelumnya dirawat meninggal dunia, Jumat (15/5/2026).

Sebelumnya Jumiatun sempat dirawat bareng suaminya. 

Baca juga:   Tari Artika Tarigan, Pilih Menata Hidup Lewat Usaha Rumahan

Keduanya selamat dari kecelakaan maut tersebut sempat menjalani operasi luka bakar.

Namun pilu Jumiatun kini meninggal dunia. 

Jumiatun meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang. 

Dengan ini, total 19 orang menjadi korban tewas akibat insiden maut tersebut. 

Baca juga: MODUS Jaksa Gadungan Tilep Duit Mahasiswa Rp69 Juta, Nginap Sebulan di Villa, Pakai Seragam Kejati

Kabar meninggalnya Jumiatun dibenarkan Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Bhayangkara Moh. Hasan, Kombes Pol dr Budi Susanto.

"Iya, sudah meninggal pasien Jumiatun," ujar Budi, Jumat (15/5/2026).

Diketahui, Jumiatun mengalami luka bakar dengan persentase 70 persen hingga 80 persen hingga trauma inhalasi.

Untuk jam meninggal dan penyebab Jumiatun, dr. Budi masih enggan menyebutkan lantaran akan disampaikan secara bersamaan dengan hasil pencocokan DNA.

"Lebih jelasnya nanti akan disampaikan sekalian saya rilis hasil DNA, nanti sore dijelasin semuanya," katanya.

Dirujuk ke Palembang

Diketahui, Jumiatun sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Muratara pascakejadian nahas 6 Mei 2026 itu.

Kemudian di tanggal 9 Mei 2026, Jumiatun dirujuk ke RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan intensif.

Selain Jumiatun, Ngadiono, suaminya juga dirujuk ke RS Bhayangkara.

Sebelumnya, kondisi Jumiatun cukup parah terutama di daerah tangan, jaringan hingga tulang-tulang di jari mengalami kerusakan. 

Ia dan suaminya, Ngadiono, menjalani operasi debridemen atau operasi luka bakar.

Jumiatun (43) korban kecelakaan bus ALS yang mengalami luka bakar saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan, Palembang, Sabtu (9/5/2026). (KOMPAS.COM/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRA)
Jumiatun (43) korban kecelakaan bus ALS yang mengalami luka bakar saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan, Palembang, Sabtu (9/5/2026). (KOMPAS.COM/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRA) (TRIBUN MEDAN/KOMPAS.COM/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRA)

Menurut Karumkit, kondisi jaringan pada jari di kedua tangan Jumiatun dari telunjuk hingga jari kelingking mengalami kerusakan.

Dia juga mengalami luka bakar dengan persentase 70 persen hingga 80 persen hingga trauma inhalasi.

"Jadi masuk dengan diagnosis luka bakar luas serta trauma inhalasi. Makanya operasi dilakukan berkala karena untuk membersihkan sisa jaringan mati akibat luka bakar luas," kata Budi belum lama ini.

Penyebab Bus ALS Terbakar Hebat di Muratara

Bus ALS terbakar hebat hingga menewaskan 16 orang di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). 

Rupanya polisi menemukan sejumlah barang tak lazim di dalam bangkai kendaraan.

Kepolisian mengungkap adanya sepeda motor, tabung gas elpiji, hingga berbagai barang lain di bagasi bus yang diduga ikut memicu besarnya kobaran api dalam insiden tersebut.

Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama, menjelaskan bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL awalnya melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi.

Saat tiba di lokasi kejadian, bus yang dikemudikan sopir bernama Alif berusaha menghindari lubang di jalan.

“Mobil bus ALS yang dikemudikan Alif dan membawa penumpang berbelok ke kanan dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi, kemudian menabrak mobil tangki Seleraya dari arah Jambi menuju Lubuk Linggau,” ujar Rendy, Kamis (7/5/2026).

Benturan keras tersebut memicu kebakaran hebat yang dengan cepat melahap kedua kendaraan.

KECELAKAAN MAUT- Bus ALS sudah dua kali mengalami kecelakaan maut sepanjang setahun terakhir. Tahun 2025 di tanggal 6 Mei, 12 penumpang tewas, dan 6 Mei 2026, 16 penumpang tewas.
KECELAKAAN MAUT- Bus ALS sudah dua kali mengalami kecelakaan maut sepanjang setahun terakhir. Tahun 2025 di tanggal 6 Mei, 12 penumpang tewas, dan 6 Mei 2026, 16 penumpang tewas. (ChatGPT)

Pengemudi serta penumpang truk tangki dan mayoritas penumpang bus dilaporkan meninggal dunia di lokasi dalam kondisi terbakar.

Selain faktor kondisi jalan, Ditlantas Polda Sumsel dan Satlantas Polres Muratara juga menemukan fakta mengejutkan terkait muatan bus.

Di dalam bangkai bus yang hangus terbakar, polisi menemukan sejumlah barang tak lazim, di antaranya tabung gas elpiji di bagasi sebelah kanan, dua unit sepeda motor (satu di dalam bus dan satu Suzuki Thunder yang terlempar), alat mesin motor, kursi kayu, serta tumpukan buah jeruk bali.

Kabid Labfor Polda Sumsel, Kombes Pol Witdiardi, mengatakan pihaknya telah mengambil sampel sisa kebakaran untuk diteliti lebih lanjut.

“Kami mengambil dua bungkus arang sisa kebakaran dari dalam bus dan satu botol cairan dari dalam truk tangki. Untuk dugaan awal sumber api dari tabung gas masih perlu pemeriksaan laboratoris,” jelasnya.

Hingga kini, penyelidikan penyebab pasti kecelakaan masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian.

 

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved