Makan Bergizi Gratis

Nasihat Pigai Saat Jenguk Siswa Keracunan MBG, 'Sekolah yang Rajin Supaya Jadi Menteri Seperti Saya'

Menteri HAM Natalius Pigai memberi nasihat terhadap para siswa yang jadi korban keracunan makanan usai santap MBG

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Antaranews.com
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai. Pigai memberi nasihat terhadap para siswa yang jadi korban keracunan makanan usai santap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026). 

Ia menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Menurutnya, program yang dirancang untuk memperbaiki kualitas gizi anak Indonesia itu memiliki tujuan besar dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Karena itu, aspek pengawasan dan kualitas distribusi makanan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Peristiwa dugaan keracunan massal dalam pelaksanaan MBG ini pun menjadi sorotan publik dan memunculkan desakan agar evaluasi menyeluruh segera dilakukan, khususnya terhadap sistem pengolahan makanan, distribusi, hingga pengawasan di lapangan. 

Baca juga: Keracunan MBG Ratusan Siswa Korban di Cakung, Investigasi Dinkes Ada Cemaran Mikrobiologi

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 200 siswa dari 12 sekolah di Surabaya mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG pada Senin (11/5/2026). 

Perwakilan BGN Jatim sekaligus Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, Kusmayanti menyebut, SPPG Tembok Dukuh, Bubutan, melanggar standar operasional prosedur (SOP). Pelanggaran tersebut terkait pengolahan MBG. 

“SPPG yang bersangkutan terjadi kesalahan penerapan. Di antaranya, pengawas gizi tidak ada di tempat saat kualitas bahan baku datang,” kata Kusmayanti, ketika hearing di DPRD Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Dengan demikian, kata Kusmayanti, pihaknya tidak dapat memastikan waktu kerusakan MBG tersebut. Apakah ketika makanan didistribusikan atau dalam proses pengolahan di SPPG.

Selain itu, lanjut dia, sampel MBG yang akan diteliti di laboratorium juga mengalami kerusakan. 

Sebab, makanan tersebut sempat dikeluarkan dari lemari pendingin tanpa penanganan khusus. 

“Harusnya ketika dikeluarkan ada treatment khusus dan dimasukkan ke cooler box, tidak dibiarkan di suhu ruangan. Akibatnya, hanya daging yang masih bisa diambil sampelnya," ucapnya. 

BGN Jatim menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang membuat ratusan siswa itu keracunan. Kusmayanti juga berjanji untuk lebih waspada dalam menerapkan SOP. 

"Dengan segala kerendahan hati kami memohon maaf. Ini menjadi catatan bagi kami untuk jauh lebih waspada dan lebih berhati-hati dalam penerapan SOP," tutupnya. (*/tribunmedan.com)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved