Berita Viral

Nobar Film Pesta Babi di UIN Suska Riau Terhenti, Listrik Tiba-tiba Padam

Gelaran nobar film dokumenter Pesta Babi di Kampus UIN Suska Riau, Rabu (13/5/2026) diwarnai pemadaman listrik.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Youtube
PESTA BABI- Film dokumenter Pesta Babi sedang ramai dibicarakan karena isinya yang bagus. Selain itu, netizen heboh lantaran nobar film Pesta Babi dibubarkan TNI. 

TRIBUN-MEDAN.com - Gelaran nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di Kampus UIN Suska Riau, Rabu (13/5/2026) terhenti karena pemadaman listrik.

Listrik mendadak padam saat pemutaran film dokumenter sedang berlangsung.

Penyelenggara langsung menenangkan para pengunjung yang datang untuk menonton film dokumenter.

Ada puluhan orang antusias mengikuti nobar film dokumenter ini sejak Rabu pagi.

Film dokumenter besutan Dandhy Laksono mengusung perjuangan masyarakat adat Papua dalam mempertahankan tanah adatnya.

Nobar di Kampus UIN Suska Riau bukan cuma menyaksikan film dokumenter tersebut.

Ada diskusi yang menghadirkan langsung sutradara film dokumenter ini, Dandhy Laksono. 

Setelah listrik mendadak padam, sesi nobar langsung beralih jadi sesi diskusi.

Turut hadir mantan Ketua AJI Pekanbaru, Ilham Muhammad Yasir dalam diskusi tersebut. 

Baca juga: Film Pesta Babi Tidak Ada di LK21, Ini Cara Akses untuk Bisa Nonton

Baca juga: Natalius Pigai Kecewa Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan: Pelarangan Harus Lewat Putusan Pengadilan

Suasana diskusi dalam Nobar Pesta Babi di Kampus UIN Suska Riau, Rabu (13/5/2026). Gelaran nobar film dokumenter Pesta Babi terhenti karena listrik mendadak padam. (Tribun Pekanbaru/Fernando)
Suasana diskusi dalam Nobar Pesta Babi di Kampus UIN Suska Riau, Rabu (13/5/2026). Gelaran nobar film dokumenter Pesta Babi terhenti karena listrik mendadak padam. (Tribun Pekanbaru/Fernando) (Pekanbaru.com)

Sebelumnya, gelaran nobar film dokumenter Pesta Babi juga dibubarkan di beberapa daerah.

Antara lain, nobar di Universitas Mataram (Unram), NTB, pada 7 Mei 2026.

Pemutaran film dihentikan paksa setelah baru berjalan selama 3 menit.

Wakil Rektor III dan puluhan satpam menutup layar dan meminta mahasiswa mengganti tontonan dengan sepak bola.

Aksi pembubaran nobar juga terjadi di Ternate pada 8 Mei 2026. 

Kali ini, dibubarkan oleh prajurit Kodim 1501/Ternate yang dipimpin langsung oleh Dandim Letkol Inf Jani Setiadi.

WatchDoc mencatat ada sekitar 21 bentuk intimidasi dan pembubaran paksa, termasuk di Depok, Kupang, Lombok Timur, Dompu, hingga Sumatra Barat.

Film Pesta Babi adalah karya investigatif garapan Dandhy Laksono dan Cypri Dale yang menyoroti perlawanan masyarakat adat Papua terhadap proyek pembangunan skala besar, deforestasi, dan perampasan tanah ulayat.

Film dokumenter ini dianggap mendiskreditkan pemerintah, sehingga beberapa pemutarannya di kampus dibubarkan paksa. 

Film berdurasi sekitar 1 jam 30 menit itu mengangkat kisah masyarakat Papua yang disebut kehilangan ruang hidup akibat ekspansi korporasi dan kerusakan hutan adat.

Tentang Film Pesta Babi

Judul lengkap: Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

Sutradara: Dandhy Laksono & Cypri Dale

Durasi: ±90 menit

Produksi: Kolaborasi Watchdoc, Jubi Media, Greenpeace Indonesia, Pusaka Bentala Rakyat, Ekspedisi Indonesia Baru

Isi Film Dokumenter

- Deforestasi Papua: 2,5 juta hektar hutan direncanakan dikonversi menjadi perkebunan industri (sawit & tebu) atas nama “ketahanan pangan” dan “transisi energi”.

- Perlawanan masyarakat adat: Komunitas Marind, Yei, Awyu, dan Muyu menolak proyek biodiesel sawit dan bioetanol tebu. Mereka menggunakan simbol budaya seperti ritual pesta babi dan pemasangan ribuan salib adat sebagai tanda perlawanan.

- Militerisasi: Dokumenter menyoroti keterlibatan aparat bersenjata dalam pengamanan proyek, yang menimbulkan intimidasi terhadap warga lokal.

- Konteks politik: Film juga menyinggung isu separatisme dan operasi militer Indonesia selama enam dekade di Papua, yang terkait erat dengan eksploitasi sumber daya alam. (*/tribunmedan.com)

Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved