Berita Viral

Nasib Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar, MPR Ungkap Alasan Pencopotan usai Zalimi Siswi

Kasus tersebut memicu kemarahan publik dan menjadi perdebatan nasional dalam beberapa hari terakhir.

Tayang:
Tribun Medan Kolase
3 SOSOK VIRAL - 3 Sosok Kontroversial Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar, Sindy, Indri dan Dyastasita Buat Publik Geram 

TRIBUN-MEDAN.com - Gelombang kritik publik terhadap polemik penilaian Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat akhirnya berujung pada langkah tegas.

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia resmi menonaktifkan dewan juri dan MC lomba setelah insiden penilaian yang dinilai tidak adil viral di media sosial.

Keputusan itu diambil setelah jawaban peserta Regu C dari SMAN 1 Pontianak dinyatakan salah oleh juri, sementara jawaban serupa dari regu lain justru diberikan nilai penuh.

Kasus tersebut memicu kemarahan publik dan menjadi perdebatan nasional dalam beberapa hari terakhir.

Sosok dan profil Indri Wahyuni merupakan pejabat di Sekretariat Jenderal MPR RI yang menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI.
Sosok dan profil Indri Wahyuni merupakan pejabat di Sekretariat Jenderal MPR RI yang menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI. (TRIBUN MEDAN/tangkapan layar youtube)

MPR Akui Ada Kelalaian

Melalui pernyataan resmi di akun Instagram @mprgoid pada Selasa (12/5/2026), MPR RI mengakui adanya kelalaian dalam proses penilaian perlombaan.

“MPR RI memahami bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, termasuk LCC Empat Pilar, harus menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif,” tulis MPR.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bentuk permohonan maaf resmi dari pihak MPR RI kepada peserta dan masyarakat yang menyoroti jalannya lomba.

Dewan Juri dan MC Dinonaktifkan

Sebagai tindak lanjut, MPR memutuskan menonaktifkan dewan juri dan MC yang bertugas dalam final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan lomba agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Keputusan tersebut juga muncul setelah tekanan publik terus meningkat, termasuk kritik dari pejabat daerah, anggota DPR, hingga warganet yang menilai penilaian lomba tidak objektif.

MPR Janji Evaluasi Total Sistem Penilaian

Tak hanya menonaktifkan juri dan MC, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia juga memastikan akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap mekanisme perlombaan.

Evaluasi itu mencakup mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola keberatan dalam lomba.

Menurut MPR, pembenahan diperlukan agar LCC Empat Pilar dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan dipercaya publik.

“Masukan publik akan menjadi bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas,” lanjut pernyataan tersebut.

Kronologi Jawaban Benar yang Dianggap Salah

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved