Berita Viral

Gubernur Bobby Angkat Bicara soal Ibu Hamil Ditandu Sejauh 30 KM, Anak di Kandungan Keburu Meninggal

Gubernur Sumut Bobby Nasution Angkat Bicara soal Ibu Hamil Ditandu Sejauh 30 KM di Tapsel, Bayi dalam Kandungan Keburu Meninggal

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
Gubernur Sumut Bobby Nasution menyampaikan, belasungkawa atas meninggalnya bayi ibu yang ditandu sepanjang 30 KM saat hendak melahirkan di Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. 

Tragedi Tuti Daulay, Potret Buram Akses Kesehatan dan Kondisi Infrastruktur Jalan di Pedalaman Sumut

TRIBUN-MEDAN.COM - Kisah pilu seorang ibu hamil bernama Tuti Daulay dari Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menyentak hati publik setelah viral di media sosial.

Ia harus ditandu warga sejauh 30 kilometer menuju RSUD Sipirok, hanya untuk mendapati bayinya tak terselamatkan.

Perjalanan enam jam dengan bambu dan kain seadanya ini menjadi simbol nyata betapa sulitnya akses kesehatan dan infrastruktur jalan di pedalaman Sumatera Utara.

Gubernur Sumut Bobby Nasution menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi tersebut.

Ia menegaskan, Pemprov akan segera mengecek kondisi jalan di Kecamatan Arse.

Jika rusak, perbaikan akan dipercepat, termasuk kemungkinan menggunakan anggaran bantuan bencana.

Selain itu, Bobby menyoroti pentingnya puskesmas rawat inap di daerah terpencil.

Program yang semula dijadwalkan tahun 2027 kini dipercepat menjadi tahun ini, agar warga tidak lagi harus menempuh perjalanan ekstrem untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar.

Bupati: Kendala Hutan Lindung

H. Gus Irawan Pasaribu, SE.Ak., MM., CA., Bupati Tapanuli Selatan
H. Gus Irawan Pasaribu, SE.Ak., MM., CA., Bupati Tapanuli Selatan (IST)

Terpisah, Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, menjelaskan bahwa Desa Dalihan Na Tolu berada di kawasan hutan lindung.

Pembangunan jalan di wilayah ini membutuhkan izin Kementerian Kehutanan, sehingga program TMMD 2025 yang diajukan sempat tertunda.

Gubernur Bobby Nasution pun menawarkan dua opsi, yaitu pengajuan izin ke kementerian atau pengalihan jalur jalan. 

Namun, opsi kedua membutuhkan biaya besar. Meski demikian, jika untuk fasilitas umum, tidak masalah, akan segera dilaksanakan.

“Asal digunakan untuk fasilitas umum, ini harusnya bisa segera kita sosialisasikan,” tegas Bobby Nasution.

Baca juga: Bayi Ibu yang Ditandu 30 Km di Tapsel Meninggal Dunia, Bobby Soroti Infrastruktur Puskesmas

Potret Buram Akses Kesehatan

Tragedi Tuti Daulay bukan sekadar kisah individu, melainkan cermin masalah struktural, yaitu infrastruktur jalan yang rusak atau terhalang regulasi, fasilitas kesehatan yang belum memadai di daerah terpencil, serta koordinasi pemerintah yang masih terhambat birokrasi antar level kabupaten, provinsi, hingga pusat.

Tragedi ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat pembangunan.

Gubernur Bobby memastikan anggaran perbaikan jalan dan puskesmas rawat inap akan diprioritaskan tahun ini.

Bupati Gus Irawan pun berkomitmen melanjutkan pengajuan program TMMD agar akses warga Arse tidak lagi terhalang.

Tuti Daulay kini masih beristirahat di rumah saudaranya di Sipirok.

Kehilangan bayinya menjadi luka mendalam, namun kisahnya telah membuka mata banyak pihak, bahwa hak atas kesehatan bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang harus dijamin negara.

(Cr5/Ase/Tribun-medan.com)

Baca juga: Bayi Ibu yang Ditandu 30 Km di Tapsel Meninggal Dunia, Bobby Soroti Infrastruktur Puskesmas

Baca juga: Pilu Tuti Daulay, Ibu Hamil Ditandu 30 Kilometer di Tapsel, Sang Bayi Meninggal Dunia di Perut

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved