Sumut Terkini
Bayi Ibu yang Ditandu 30 Km di Tapsel Meninggal Dunia, Bobby Soroti Infrastruktur Puskesmas
Pihaknya akan mengecek kendala yang terjadi di daerah tersebut yang menyebabkan seorang ibu hendak melahirkan harus ditandu sepanjang 30 KM.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Gubernur Sumut Bobby Nasution menyampaikan, belasungkawa atas meninggalnya bayi ibu yang ditandu sepanjang 30 KM saat hendak melahirkan di Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan.
Pihaknya akan mengecek kendala yang terjadi di daerah tersebut yang menyebabkan seorang ibu hendak melahirkan harus ditandu sepanjang 30 KM.
Bobby Nasution menjelaskan, jika kendalanya dibagian jalan, maka pihaknya siap membantu perbaikan, dengan catatan pemerintah kab/kota mengajukannya ke Pemprov Sumut.
"Untuk detailnya saya belum termonitor, kami sampaikan bukan menyalahkan, tapi dari provinsi Kami sampaikan belasungkawa karena anaknya sudah meninggal saat tiba di rumah sakit.
Tapi sebagai tanggung jawab dari Pemprov kami akan cek persoalan infrastruktur jalan di Tapsel khususnya di daerah tersebut,"jelasnya saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (12/5/2026) sore.
Menurutnya, jika kondisi jalan tersebut rusak sebelum atau pasca bencana, pihaknya akan segera memperbaiki jalan tersebut.
"Nanti kita cek, apakah jalan punya kabupaten tapsel atau siapa. kita coba cek kondisi jalannya, apakah rusak karena bencana atau memang sudah rusak dari sebelumnya. nanti kita pastikan jalannya bisa diperbaiki segera," tuturnya.
Ia juga sempat melakukan kroscek ke Dinas Bina Marga Bina Konstruksi, apakah proyek jalan ini sudah masuk dalam perbaikan tahun ini
"Nanti kita cek, perbaikan jalan ini sudah dianggarkan di tahun ini atau seperti apa. Karena, Tapsel juga dapat dana bantuan bencana. Karena, selain untuk daerah bencana, anggaran itu bisa digunakan untuk daerah bukan bencana," jelasnya.
Bobby juga memastikan, Pemprov akan memberi anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Arse.
"Ini yang kami bantu dari infrastrukur daerah, tapi, tergantung pengajuan daerah masing masing," jelasnya.
Sementara untuk Fasilitas kesehatan, agar tidak terjadi hal serupa, Bobby akan meningkatkan pelayanan puskesmas di daerah tersebut.
"Saya sudah sering sampaikan dari kemarin, tolong kabupaten/kota itu puskesmas dibuat standart nya sudah ada. Ketika standart yang ada. Kami dari pemerintah provinsi hanya bisa membantu puskesmas bisa menjadi puskesmas rawat inap," jelasnya.
Seharusnya, kata Bobby, program Puskesmas rawat inap ini baru berjalan tahun 2027. Namun, dipercepat menjadi tahun ini.
"Anggarannya harusnya di 2027, tapi kita percepat di tahun ini. Karena ada bantuan dari presiden dari TKD yang diberikan kepada kita itu saya sampaikan berkali-kali tolong itu syaratnya ada, jarak dari rumah sakit ke titik desa ataupun kampung ataupun kecamatan lebih dr 30 km kita harapkan puskesmasnya kita buat standart. Ada rawat inap ini yang kita dorong,"Ucapnya.
| 35 Orang Diamankan Polres Tanjungbalai dari Sebuah Rumah, Diduga Lakukan Penipuan Online |
|
|---|
| Kakanwil Kemenag Sumut: Data Jadi Dasar Penting Pemetaan Potensi Konflik Keagamaan |
|
|---|
| Jalan Kampung di Langkat Diduga Diserobot, Masyarakat Geruduk Kantor Desa Naman Jahe |
|
|---|
| Kedutaan Belanda Berkunjung ke Pemprov Sumut, Bobby Minta Perkuat Kerja Sama Ketahanan Pangan |
|
|---|
| RDP Dengan Mahasiswa, Pengurus Yayasan UNHKBP Nommensen Jawab Puluhan Keluhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gubernur-Sumut-Bobby-Nasution-menyampaikan.jpg)