Berita Viral

Istrinya Hamil Ditandu 30 Km di Tapsel, Suami: Bayi Kami di Kandungan Sudah Gak Ada Nyawa Lagi

Dari pengakuan Rinto terungkap fakta yang memilukan soal kondisi bayi di dalam kandungan ternyata sudah meninggal.

Tayang:
TRIBUN MEDAN
KEHILANGAN BAYI - Pasangan suami istri Rinto Aritonang dan Tuti Daulay saat ditemui di Sipirok, Selasa (12/5/2026). Tuti kehilangan bayinya saat ditandu warga sejauh 30 kilometer untuk melahirkan di RSUD Sipirok pada Sabtu 9 Mei 2025 lalu. 

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga sudah mengajukan program Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2025 untuk membuka jalan di Kecamatan Arse.

"Kami memang mengerti situasi di sana sangat berat. Karena itu, untuk program TMMD 2025 sudah diajukan. Desa Dalihan Natolu ini berada di kawasan hutan lindung, sehingga kami tidak punya kewenangan," ujarnya.

Meski begitu, lanjut Gus Irawan, ia menyebut peluang membukan jalan di kawasan hutan lindung seperti yang terjadi di Desa Dalihan Natolu bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak TNI.

"Dengan program TMMD dan Karya Bhakti. 2025 sudah kami rencanakan dan memohon izin ke kehutanan, tapi tidak diberi izin, sehingga program ini tertunda," ujarnya.

Gus Irawan mengakui, situasi medan di Desa Dalihan Natolu memang berat. Itu terlihat dari proses Tuti Daulay yang ditandu warga ramai-ramai saat hendak melahirkan. Jalan aspal di sana sangat jarang.

"Yang paling berat medannya itu adalah Desa Dalihan Natolu. Di samping memang medannya yang berat. Saya terus terang belum pernah ke sana. Makanya setelah dari sini, saya akan pergi ke sana untuk melihat situasi dan faktanya," ujarnya.

Fasilitas dan nakes di Desa Dalihan Natolu

Terungkap fakta memilukan yang terjadi di Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu sangat minim fasilitas warga untuk berobat. Seperti puskemas hingga tenaga kesehatan.

Ini yang menyebabkan Tuti Daulay terpasa ditandu warga sejauh 30 kilometer saat hendak melahirkan.

Menanggapi hal ini, Gus Irawan mengaku pihaknya sudah menambah pelayanan kesehatan sebanyak 15 pos kesehatan desa di Tapanuli Selatan.

"Misalnya di sana pun kami buat pos kesehatan, pasti terbatas dan dirujuk ke rumah sakit. Nah, koneksivitasnya yang paling utama. Karena selama ini masyarakat yang keluar dari sana dengan berjalan kaki," ujarnya.

(ase/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved