Berita Viral

NASIB Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat Kini Dinonaktifkan MPR Buntut Polemik Salahkan Jawaban Benar

Beginilah nasib dewan juri dan MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilat Tingkat Provinsi Kalimantan Barat buntut polemik kelalaian penilaian

Tayang:
Tangkapan layar
VIRAL CERDAS CERMAT MPR: MPR RI resmi menonaktifkan dewan juri dan MC buntut polemik kelalaian penilaian Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar. 

Kali ini, juri justru memberikan nilai penuh sehingga memicu protes dari peserta dan penonton.

Saat peserta mencoba meminta klarifikasi, Indri Wahyuni menegaskan bahwa artikulasi menjadi hal penting dalam perlombaan tersebut.

“Artikulasi itu penting. Dewan juri menilai berdasarkan apa yang terdengar jelas.

Kalau tidak terdengar, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai,” ujar Indri Wahyuni saat menanggapi protes peserta.

Dyastasita Widya Budi juga menyampaikan bahwa dewan juri tidak mendengar penyebutan DPD secara jelas dari regu C.

Keputusan itu kemudian memancing kritik publik karena dinilai tidak objektif.

Bahkan pembawa acara dalam perlombaan tersebut ikut menjadi sorotan karena meminta peserta menerima keputusan juri.

Baca juga: RESPONS Ketua MPR Buntut Indri dan Dyastasita Salahkan Jawaban Benar Siswi Lomba Cerdas Cermat

Respons Wakil Ketua MPR RI

Inilah respons Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman soal polemik juri salahkan jawaban benar siswi saat lomba cerdas cermat.

Baru-baru ini polemik Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial hingga direspons Wakil Ketua MPR RI.

Wakil Ketua MPR RI Abcandra Akbar menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat penilaian dewan juri dalam ajang tersebut.

Menurut Akbar, pihaknya tidak akan tinggal diam dan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlombaan yang digunakan.

Tak hanya itu, kinerja dewan juri juga akan menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada kompetisi berikutnya.

Sorotan publik terhadap proses penilaian disebut menjadi bahan evaluasi penting bagi penyelenggara.

Akbar menegaskan bahwa transparansi dan profesionalisme harus tetap dijaga dalam setiap tahapan perlombaan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved