Berita Viral
Fakta Pilu Ibu Hamil Ditandu Warga Sejauh 30 Kilometer di Tapsel, Bayi Meninggal saat Tiba di RS
Samsul menjelaskan, awalnya ia dihubungi keluarga Tuti untuk memeriksa kondisi bayi di dalam kandungannya.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Azis Husein Hasibuan
TRIBUN-MEDAN, TAPSEL - Fakta pilu kehidupan seorang ibu hamil di Arse, Tapanuli Selatan, ditandu sejauh 30 kilometer saat hendak melahirkan demi sampai ke rumah sakit.
Ibu hamil ditandu di Arse ini bernama Tuti Daulay. Ia berasal dari Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse.
Momen tersebut dibagikan akun Samsul Bahri Sihombing di Facebook, Sabtu (9/5/2026) dan sempat vital.
Dalam video yang berdurasi sekitar 5 menit itu, terlihat seorang ibu bernama Tuti Daulay dalam keadaan hamil dan ingin melahirkan tengah ditandu secara gotong royong oleh warga.
Diketahui, akses warga Desa Dalihan Natolu menuju rumah sakit terdekat rusak parah dan sulit dilalui kendaraan.
Ironisnya lagi, daerah itu juga tidak memiliki fasilitas kesehatan, seperti puskesmas.
Kejadian ibu hamil ditandu saat melahirkan ini diungkap Samsul Bahri Sihombing dalam siaran langsungnya di Facebook, Sabtu (9/5/2026).
Samsul Bahri Sihombing merupakan seorang yang bisa mengobati orang sakit di kampung.
"Ibu hamil ini bernama Tuti Daulay dan suaminya Rinto Aritonang. Ia ditandu saat hendak melahirkan karena di kampung ini tidak ada rumah sakit. Jaraknya sejauh 30 kilometer," ungkap Samsul, Senin (11/5/2026).
Dari siaran langsung yang dibagikan Samsul, tampak Tuti Daulay mengerang kesakitan. Ia ditandu warga memakai kayu dan kain sebagai penopang badannya.
Bayi meninggal
Samsul menjelaskan, awalnya ia dihubungi keluarga Tuti untuk memeriksa kondisi bayi di dalam kandungannya.
Namun, setelah Samsul memeriksa, bayi dalam kandungan Tuti diketahui telah meninggal dunia.
Kemudian, ia merekomendasikan agar Tuti dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut.
Ada sekitar 20 warga yang ikut menandu Tuti pada saat itu agar bisa melahirkan ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, operasi pun dilakukan pada Minggu, 10 Mei 2026. Tuti berhasil diselamatkan, namun bayinya telah meninggal dunia.
"Sayangnya bayinya tidak bisa terselamatkan dan meninggal dunia. Sekarang kondisi sang ibu sudah sehat," ujarnya.
Kondisi desa
Desa Dalihan Natolu, Arse, Tapsel dihuni 24 kepala keluarga. Kondisi di desa ini bisa dibilang ironis karena minim pembangunan seperti akses jalan.
"Roda dua saja pun jarang yang bisa lewat. Kalau pun bisa, dipaksakan warga. Jangankan pengaspalan, alat berat aja pun belum pernah masuk," ujarnya.
Mewakili warga Dusun Aek Nabara Samsul menyampaikan, sudah puluhan tahun warga mendambakan pembangunan jalan, pelayanan kesehatan dan penerangan listrik PLN.
"Kami berharap pemerintah Tapanuli Selatan dapat memperhatikan Dusun Aek Nabara, mulai dari pembangunan jalan, pelayanan kesehatan dan listrik sebagai penerang," pungkasnya.
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Juri LCC 4 Pilar Buat Geram Publik, Sekda Kalbar: Juri Terkesan Tak Memahami Materi |
|
|---|
| LOMBA Cerdas Cermat MPR Viral Dugaan Kecurangan, MC Kena Mental, Protes ke Juri Tapi Tak Didengar |
|
|---|
| Shampo Selsun Mengandung 1,4-dioksan, Benarkah Bisa Memicu Kanker? |
|
|---|
| NASIB Pria Halangi dan Rusak Ambulans Karena Terganggu Bunyi Sirine, Kini Nangis Minta Ampun |
|
|---|
| Sosok Zakaria Pria di Lingga Bunuh Istrinya ke-7, Pernah Dipenjara 7 Tahun karena Bunuh Istri ke-6 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ditandu-melahirkan-tribunmedan1.jpg)