Berita Viral

MARKAS JUDOL di Indonesia Masih Tumbuh, Said Didu Bicara Sosok di Belakang: Ada Pelindungnya

Mantan staf khusus Menteri ESDM, Said Didu mengungkapkan siapa di balik pengendalian judi online di Indonesia. 

Tayang:
Tangkapan Layar YouTube Indonesia Lawyers Club
Said Didu. Mantan staf khusus Menteri ESDM, Said Didu mengungkapkan siapa di balik pengendalian judi online di Indonesia.  

TRIBUN-MEDAN.com - Mantan staf khusus Menteri ESDM, Said Didu mengungkapkan siapa di balik pengendalian judi online di Indonesia. 

Kasus judol di Indonesia belum tuntas. Polisi baru saja menggerebek markas judol dan menemukan sebanyak 320 warga negara asing sebagai pekerja dan 1 orang WNI sebagai Customer Service. 

Pegiat media sosial Said Didu menyebut praktik judi online di Indonesia diduga terbagi dalam dua kelompok, yakni yang beroperasi di dalam negeri dan luar negeri, dengan pengendali berbeda namun disebut memiliki “pelindung” yang sama.

Ia juga menyampaikan adanya informasi bahwa jaringan judi online luar negeri diduga dikendalikan oleh sosok yang disebut dekat dengan lingkaran kekuasaan, termasuk dugaan pengiriman Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menjadi operator di Kamboja.

"Info bahwa Judi Online (Judol) di Indonesia terdiri dari 2 (dua) kelompok, yaitu Judol yg beroperasi di dalam negeri dan di luar negeri yang dikoordinir oleh orang yg berbeda, tapi “pelindungnya”sama," tulis Said Didu dikutip Warta Kota dari X pribadinya, Senin (11/5/2026).

Baca juga: DUGAAN Perselingkuhan Oknum Polwan: Penggerebekan Brigpol Rony terhadap Istrinya, Brigpol Isyebel

Baca juga: Dorong Percepatan Legalisasi Sumur Masyarakat, Wagub Tekankan Pentingnya Pemangkasan Birokrasi  

Menurutnya, jaringan judi online yang digerebek di kawasan Hayam Wuruk juga diduga memiliki pola koordinasi yang serupa dengan jaringan di luar negeri tersebut.

Said Didu menilai pengungkapan kasus di Jakarta ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam penertiban praktik judi online secara tegas di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Lokasi Penggrebekan Masih Dijaga Polisi

Sementara itu, Polda Metro Jaya masih menempatkan personel Brigade Mobil (Brimob) untuk melakukan penjagaan di gedung perkantoran di Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pascapenindakan terhadap praktik perjudian online jaringan internasional yang sebelumnya terungkap di lokasi tersebut, Senin (11/5/2026).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto membenarkan masih adanya personel yang bersiaga di kawasan apartemen tersebut.

“Benar, saat ini masih terdapat personel Brimob Polda Metro Jaya yang melaksanakan penjagaan di kawasan Apartemen Hayam Wuruk,” kata Budi dalam keterangannya, Senin.

Ia menjelaskan, penjagaan dilakukan sebagai bagian dari langkah pengamanan pascapenindakan yang telah dilakukan sebelumnya. 

Adapun kehadiran aparat di lokasi bertujuan memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

“Penjagaan tersebut merupakan bagian dari langkah pengamanan pascapenindakan yang telah dilakukan sebelumnya," tutur dia.

"Kehadiran personel di lokasi bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif, serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas," lanjutnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved