Berita Viral
IRAN Eksekusi Ahli Dirgantaranya Setelah Ketahuan Bocorkan Informasi ke Mossad dan CIA
Erfan Shakourzadeh (29) karena ketahuan berafiliasi dengan organisasi intelijen Israel Mosaad dan intelijen AS, CIA.
TRIBUN-MEDAN.com - Iran mengeksekusi ahli kedirgantaraan muda bernama Erfan Shakourzadeh (29) karena ketahuan berafiliasi dengan organisasi intelijen Israel Mosaad dan intelijen AS, CIA.
Iran semakin marah dengan temuan ini. Apalagi, Iran sedang bertempur dengan Amerika Serikat dan Israel.
Erfan ketahuan membocorkan informasi pertahanan ke Israel dan Amerika Serikat.
Iran telah mengumumkan secara terbuka eksekusi tersebut melalui media pemerintah Mizan dan Tasnim.
Kasus ini langsung menyita perhatian internasional karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Menurut laporan resmi Iran, Shakourzadeh dituduh membocorkan informasi ilmiah dan rahasia strategis terkait proyek satelit dan teknologi kedirgantaraan kepada agen asing, Mossad dan CIA.
Baca juga: POLISI Evakuasi 11 Bayi di Rumah Bidan, Ngaku Dititip Orang Tua, Ada yang Sakit Kuning Hingga Hernia
Baca juga: Universitas Mikroskil Resmi Buka Program Studi S-1 Hukum Bisnis di Bawah Fakultas Bisnis
Iran Tuduh Shakourzadeh Bekerja untuk Mossad dan CIA
Kantor berita Mizan menyebut Erfan Shakourzadeh pernah bekerja di organisasi ilmiah yang bergerak di bidang satelit dan teknologi dirgantara.
Pria berusia 29 tahun itu disebut menjalin komunikasi dengan intelijen asing dalam beberapa tahap.
Tasnim melaporkan, aparat Iran menuduh Shakourzadeh melakukan tiga kali kontak dengan pihak asing.
Tahap pertama dan ketiga diklaim berkaitan dengan Mossad Israel, sedangkan tahap kedua disebut melibatkan CIA Amerika Serikat.
"Terdakwa berupaya menghubungi dinas intelijen musuh dalam tiga tahap,” tulis Tasnim dalam laporannya.
Pemerintah Iran mengklaim informasi yang dibocorkan berkaitan dengan proyek strategis dan data sensitif di sektor kedirgantaraan nasional.
Namun, tuduhan tersebut memicu perhatian kelompok hak asasi manusia.
Iran Human Rights Society menyatakan Shakourzadeh ditangkap pada 2025 dan diduga dipaksa memberikan pengakuan selama proses interogasi.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Israel maupun Amerika Serikat terkait tuduhan Iran tersebut.
Iran Klaim Bongkar Dua Sel Mossad di Enam Provinsi
Pengumuman eksekusi itu muncul hanya sehari setelah Kementerian Intelijen Iran mengklaim berhasil membongkar dua sel bersenjata yang disebut berafiliasi dengan Mossad.
Menurut laporan kantor berita IRNA, operasi penangkapan dilakukan di enam provinsi berbeda. Iran mengaku satu orang tewas dalam bentrokan bersenjata, sementara sejumlah lainnya ditangkap.
Sel pertama disebut beranggotakan empat orang dan dituduh merencanakan serangan terhadap lokasi sensitif di Azerbaijan Barat dan beberapa wilayah Teheran.
Pemerintah Iran mengklaim kelompok tersebut menerima pendanaan dari Mossad untuk melakukan sabotase terhadap gedung pemerintah dan merencanakan pembunuhan di Teheran.
Dalam operasi itu, aparat Iran mengaku menyita sejumlah perlengkapan, termasuk drone, kendaraan operasional, pistol dengan peredam suara, senapan jarak jauh, amunisi, radio komunikasi, perangkat Starlink, hingga rompi antipeluru.
Sementara itu, sel kedua disebut sedang melakukan pengintaian terhadap personel militer Iran di provinsi Kerman dan Alborz sebelum akhirnya dibekuk aparat keamanan.
Perang Bayangan Iran dan Israel Memanas
Kasus ini kembali menyoroti perang bayangan antara Iran dan Israel yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Kedua negara terlibat dalam konflik intelijen, sabotase, serangan siber, hingga operasi rahasia lintas negara.
Iran berkali-kali menuduh Mossad menyusup ke dalam institusi strategisnya, termasuk fasilitas nuklir dan militer.
Di sisi lain, Israel selama ini diyakini aktif menjalankan operasi intelijen untuk menghambat pengembangan teknologi militer dan nuklir Iran.
Meski demikian, Israel hampir selalu memilih tidak memberikan komentar resmi atas tuduhan yang disampaikan Teheran.
Ketegangan semakin meningkat setelah Iran menyebut adanya upaya sabotase terhadap pusat militer dan fasilitas strategis nasional.
Penangkapan terbaru ini memperlihatkan bahwa pemerintah Iran kini memperketat operasi kontraintelijen di tengah situasi geopolitik yang semakin panas.
Eksekusi terhadap Shakourzadeh pun memunculkan kekhawatiran baru mengenai eskalasi konflik keamanan di kawasan Timur Tengah, terutama ketika perang pengaruh antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat terus berkembang di balik layar.
(*/tribun-medan.com)
Artikel sudah tayang di wartakota.com
| 40 Ormas Islam Sambangi Kabareskrim, Menolak Laporan Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya |
|
|---|
| POLISI Evakuasi 11 Bayi di Rumah Bidan, Ngaku Dititip Orang Tua, Ada yang Sakit Kuning Hingga Hernia |
|
|---|
| Berikut Isi SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 Menyangkut Status Guru Honorer Maupun Non-ASN |
|
|---|
| Sempat Viral, Kasus Kematian PMI Reza Valentino Berujung Pencairan Asuransi Rp1 Miliar Lebih |
|
|---|
| ALASAN Lukas Luwarso Minta Seskab Teddy Mundur usai Video Amien Rais Ramai, Anggap Cara yang Tepat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Presiden-Iran-Masoud-Pezeshkian-teruskan.jpg)