Berita Viral

Sempat Viral, Kasus Kematian PMI Reza Valentino Berujung Pencairan Asuransi Rp1 Miliar Lebih

Polemik mengenai kematian Pekerja Migran Indonesia asal Medan, Sumatera Utara, Reza Valentino Simamora (21), akhirnya menemukan titik terang.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/DOK JAGA MARWAH
KASUS KEMATIAN REZA VALENTINO: Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menerima laporan dari keluarga almarhum Reza Valentino yang didampingi pihak SBMI dan Lembaga JAGA MARWAH di ruang kerja Menteri P2MI, Senin (1/2/2026) lalu. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Polemik mengenai kematian Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Medan, Sumatera Utara, Reza Valentino Simamora (21), akhirnya menemukan titik terang setelah sempat viral dan menyedot perhatian publik.

Orang tua almarhum dikabarkan telah menerima pencairan asuransi kematian senilai sekitar Rp1,04 miliar pada 30 April 2026.

Reza Valentino meninggal dunia di Korea Selatan (Korsel) setelah diberangkatkan melalui skema Government to Government (G to G) usai mengikuti pelatihan di LPK Karanganyar pada Desember 2024.

Kasus ini sempat menjadi sorotan karena status hukum serta hak-hak almarhum dinilai belum jelas, termasuk persoalan gaji dan barang-barang pribadi yang dikirim ke keluarga dalam kondisi rusak.

Peran BP2MI dan SBMI

Direktur Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi BP2MI, Mangiring Hasoloan Sinaga, menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga almarhum dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) melalui rapat daring untuk memastikan hak-hak korban terpenuhi.

Ia menyebut perhatian khusus dari Menteri BP2MI Mukhtarudin menjadi bukti kehadiran negara dalam melindungi pekerja migran.

Selain pencairan asuransi, sisa gaji almarhum juga telah diserahkan kepada keluarga.

Namun, sempat terjadi perbedaan pemahaman mengenai nominal santunan.

Pihak keluarga berharap jumlahnya lebih besar, sementara BP2MI menegaskan bahwa nilai Rp1 miliar sudah sesuai regulasi untuk kasus kematian di luar negeri.

VC DENGAN MENTERI P2MI
KASUS KEMATIAN REZA VALENTINO: Ketua Lembaga JAGA MARWAH, Edoy Tamba, melakukan panggilan video call dengan Menteri P2MI Mukhtarudin, pada akhir Januari 2026 lalu. Adapun video call yang turut disambungkan dengan ibu almarhum Reza Valentino ini untuk mengadukan hak-hak almarhum Reza yang belum diberikan oleh negara.

Apresiasi dari JAGA MARWAH

Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (JAGA MARWAH), Edison Tamba alias Edoy, menyampaikan bahwa pendampingan SBMI kepada keluarga sudah sesuai aturan hukum.

Ia menilai upaya BP2MI bersama SBMI patut diapresiasi karena telah menyelesaikan persoalan asuransi, gaji, hingga barang milik almarhum.

Edoy juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri BP2MI, SBMI, media massa, media sosial, dan para influencer yang ikut mengawal kasus ini.

Menurutnya, perhatian publik berperan besar dalam memastikan hak-hak almarhum Reza Valentino dipenuhi.

Orangtua almarhum Reza Valentino Simamora, Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tewas di Korea Selatan pada September 2025 lalu, histeris melihat koper anaknya rusak usai tiba di Medan, Rabu (15/4/2026).
Orangtua almarhum Reza Valentino Simamora, Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tewas di Korea Selatan pada September 2025 lalu, histeris melihat koper anaknya rusak usai tiba di Medan, Rabu (15/4/2026). (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)
Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved