Berita Viral

Penjelasan Kolonel Inf Jani Setiadi Berani Bubarkan Nobar Film Pesta Babi, Sebut Narasi Provokatif

Kolonel Inf Jani lalu meminta semua pihak untuk menjaga kondusifitas Maluku Utara yang sensitif dengan isu SARA.

Tayang:
Istimewa
PEMBUBARAN NOBAR - Kegiatan nobar dan diskusi film dokumenter Pesta Babi di Benteng Oranje dibubarkan aparat TNI pada Jumat malam. AJI Ternate dan SIEJ Maluku Utara menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi dan ruang demokrasi sipil, Jumat (8/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Film dokumenter Pesta Babi sedang hangat diperbincangkan lantaran adanya pembubaran gelaran nonton bareng oleh aparat berseragam.

Seperti terjadi di kawasan Benteng Oranje, Kota Ternate, Maluku Utara, pada Jumat (8/5/2026) malam.

Acara diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate bersama Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Maluku Utara.

Pada akhirnya, nobar Pesta Babi dihentikan oleh Dandim 1501/Ternate, Kolonel Inf Jani Setiadi beserta anggotanya.

Ia menganggap film berisi narasi-narasi provokatif.

Baca juga: Film Pesta Babi Buat Pemerintah Ketar-ketir, Singgung Pembongkaran Mitos Dikuasai Asing

Penjelasan Kolonel Inf Jani Setiadi

Kolonel Inf Jani dalam kesempatannya menilai film Pesta Babi memiliki narasi provokatif.

“Kami memonitor kegiatan ini, kemudian keberadaan kegiatan ini, kami melihat di media sosial, banyaknya penolakan akan kegiatan film ini, karena banyak yang menilai ini bersifat provokatif. Dari judulnya,” kata Jani, dikutip dari kanal YouTube KompasTV, Senin (11/5/2026).

"Ini bukan pendapat pribadi saya, tapi jika tidak percaya, akan saya tunjukan, banyak yang sifat provokatif, menurut masyarakat menurut di media sosial," lanjutnya.

Kolonel Inf Jani lalu meminta semua pihak untuk menjaga kondusifitas Maluku Utara yang sensitif dengan isu SARA.

Pada dasarnya ia tidak melarang adanya diskusi untuk mendorong gerakan pelestarian lingkungan.

Baca juga: SOSOK Serda Sidik, Prajurit TNI AL Tewas Ditabrak WNA China, Baru Rayakan Ulang Tahun ke 22

Namun terkait film Pesta Babi, Kolonel Inf Jani meminta tidak diputar.

"Mari kita bersama-sama, kita saling bekerja sama, mari kita saling menghargai, kami selaku aparat punya tanggung jawab dalam rangka menjaga keamanan, maupun kondusif wilayah yang menjadi tanggung jawab kami," tandasnya.

Siapa Sosok Kol Jani Setiadi?

Kol ini jani
FILM PESTA BABI - (Kiri) Kegiatan nobar dan diskusi film dokumenter Pesta Babi di Benteng Oranje dibubarkan aparat TNI pada Jumat malam. AJI Ternate dan SIEJ Maluku Utara menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi dan ruang demokrasi sipil, Jumat (8/5/2026) dan (Kanan) Dandim 1501/Ternate, Kolonel Inf Jani Setiadi.

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, Jani Setiadi merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 2002.

Selama menjadi prajurit TNI, ia mengemban tugas strategis di sejumlah wilayah.

Dikutip dari kodim0601-pandeglang.com, Jani pernah menjabat Komandan Yonif Raider 300 /BJW Cianjur Jawa Barat.

Baca juga: KRONOLOGI Pencuri Mangga Tewas, Panik Kepergok, Keluarga Pelaku Emosi Tebang Pohon dan Aniaya Warga

Jabatan tersebut ia emban dari September 2020 hingga 2022.

Saat menjadi Komandan Yonif, Jani mendapatkan penghargaan dari Sjarifuddin Hasan, yang kala itu menjadi Wakil Ketua MPR.

Jani diketahui tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG, pasukan pengamanan perbatasan berprestasi di Papua.

Kemudian di awal 2022, ia percaya sebagai Dandim 0601/Pandeglang.

Jabatan tersebut ia emban dari September 2022 hingga 2025.

Pada Mei 2025, Jani dipindah tugaskan sebagai Dandim 1501/Ternate.

Dikutip dari TribunTernate.com, ia menggantikan Kolonel Arm Adietya Yuni Nurtono.

Acara serah terima jabatan dipimpin oleh Danrem 152 Baabullah Ternate, Brigjen TNI Enoh Solehudin, pada Senin (5/5/2025).

Kini, Jani berpangkat Kolonel Infanteri (Kolonel Inf).

Pangkat ini masuk golongan perwira menengah di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat khusus kecabangan infanteri.

Respons AJI

Ketua AJI Ternate, Yunita Kaunar menilai kedatangan Kolonel Inf Jani beserta anggotanya sebagai tindak intimidasi.

Menurutnya pemutaran film Pesta Babi bentuk kebebasan berekspresi dalam bingkai negara demokrasi.

"Aparat tidak seharusnya menjadi pihak yang menentukan karya apa yang boleh atau tidak boleh ditonton masyarakat,” tegas Yunita, dikutip dari TribunTernate.com.

Ia melanjutkan, tidak seharusnya TNI mengawasi film karena bukan tugasnya.

Yunita meminta Kolonel Inf Jani fokus pada fungsi pertahanan negara.

Ia berharap tidak ada lagi tindakan intimidasi aparat soal pemutaran film Pesta Babi.

“Kalau setiap karya kritis dianggap ancaman lalu dibungkam, maka demokrasi sedang berada dalam situasi berbahaya."

"Negara tidak boleh kalah oleh ketakutan terhadap diskusi dan film dokumenter,” tutup Yunita.

(Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved