Berita Viral
PERJUANGAN Ayah Korban Pencabulan Ashari, Keliling Temui Santri Lain, Lapor Sejak 2024 Sempat Mandek
Rasa curiga mendorong H mendatangi satu per satu teman anaknya di pondok untuk melakukan klarifikasi. H berkeliling mengetuk rumah para santri lain
TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah perjuangan ayah korban pencabulan Ashari.
Ia berkeliling untuk menemui santri lain.
Laporan sejak 2024 pun sempat mandek.
Baca juga: Peresmian Jembatan Cinta Kasih di Sumba, Ribuan Warga Akhirnya Punya Akses Aman
Hingga kini Ashari yang sempat kabur sudah ditangkap dan jadi tersangka.
Suara H, ayah dari salah satu korban pencabulan di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, bergetar saat menceritakan perjuangannya membawa sang kiai ke jalur hukum.
Sejak melaporkan kasus pada 2024, pria ini tidak hanya berhadapan dengan proses hukum yang panjang dan berliku, tetapi juga harus melawan berbagai bentuk intimidasi serta ancaman laporan balik dari pihak pelaku.
Baca juga: KRONOLOGI Pencuri Mangga Tewas, Panik Kepergok, Keluarga Pelaku Emosi Tebang Pohon dan Aniaya Warga
Keteguhannya teruji, ketika H secara mandiri berkeliling mengumpulkan bukti dari santri lain, demi memastikan keadilan benar-benar ditegakkan bagi anaknya, dan anak-anak lainnya yang menjadi korban selama bertahun-tahun.
Selama empat tahun, anak dari H menjadi korban tindakan asusila yang dilakukan oleh kiai Ashari.
Tindakan pelecehan tersebut dialami korban sejak masih duduk di bangku kelas 3 SMP hingga lulus sekolah menengah atas.
H merasa sangat marah karena anak yang ia titipkan untuk belajar agama justru pulang membawa trauma.
Awal mula H memberanikan diri lapor ke polisi, setelah anaknya bercerita mengenai pengalaman negatif yang mengarah pada pelecehan seksual pada tahun 2024 lalu.
“Awal mula saya berani laporan ke Polres itu dari keterangan anak saya. Dari cerita anak saya itu berkaitan ke arah negatif, yaitu pelecehan seksual,” ujar H saat ditemui di Semarang bersama tim pendamping korban, Jumat (8/5/2026).
Meski sempat tak mempercayai kelakuan Ashari yang merupakan pengasuh Pondok tersebut, rasa curiga mendorong H mendatangi satu per satu teman anaknya di pondok untuk melakukan klarifikasi.
H berkeliling mengetuk rumah para santri lain untuk meminta penjelasan.
Baca juga: SOSOK Anggia Ramadhan, Direktur Utama PUD Pasar Medan yang Dipanggil Kejari Medan
“Ada delapan anak atau lebih yang saya datangi untuk klarifikasi. Ternyata keterangannya cocok semua dengan yang disampaikan anak saya,” ungkapnya dengan suara bergetar mengutip TribunJateng.com (grup suryamalang).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Akhirnya-ditangkap-ashari.jpg)