Berita Internasional

Alotnya Proses Gencatan Senjata AS dan Iran, Trump Sebut Proposal dari Teheran Tak Masuk Akal

Trump bahkan menyebut tuntutan yang diajukan Teheran sebagai sesuatu yang “sangat tidak bisa diterima”.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/KOLASE ISTIMEWA
Nama Mohammad Bagher Ghalibaf mencuat di tengah eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Sosoknya muncul dalam komunikasi tidak langsung dengan Washington. Mohammad Bagher Ghalibaf diduga diincar Presiden Trump untuk dijadikan sebagai pemimpin Iran. 

Dalam pertemuan dengan kepala komando militer gabungan, ia memberikan instruksi tegas untuk menghadapi musuh.

“(Mojtaba Khamenei) mengeluarkan arahan baru dan menentukan untuk kelanjutan operasi dan konfrontasi yang kuat dengan musuh,” lapor penyiar berita negara Iran tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Teror drone di Teluk Arab dan blokade pelabuhan

Ketegangan di lapangan semakin meningkat meski ada upaya gencatan senjata yang rapuh.

Serangan drone dilaporkan terjadi di wilayah Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Kuwait. Sebuah drone memicu kebakaran kecil pada sebuah kapal di lepas pantai Qatar.

Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut serangan tersebut sebagai “eskalasi berbahaya dan tidak dapat diterima yang mengancam keamanan jalur perdagangan maritim.”

Sementara itu, militer AS terus memperketat blokade di pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April. AS mengklaim telah memukul mundur 61 kapal komersial dan melumpuhkan empat lainnya.

Pada Jumat pekan lalu, AS bahkan menyerang dua kapal tanker minyak Iran yang mencoba menerobos blokade.

Angkatan Laut Garda Revolusi Iran pun memberi peringatan keras. Setiap serangan terhadap aset mereka akan dibalas dengan “serangan berat” terhadap pangkalan AS dan kapal musuh di kawasan tersebut.

Isu krusial lainnya adalah stok uranium yang diperkaya milik Iran. International Atomic Energy Agency mencatat Iran memiliki lebih dari 440 kilogram uranium dengan kemurnian 60 persen, yang secara teknis sangat dekat dengan tingkat senjata nuklir.

Juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Akrami Nia, menyatakan pasukan dalam posisi “siaga penuh” untuk melindungi situs penyimpanan uranium.

“Kami mempertimbangkan kemungkinan bahwa mereka berniat mencurinya melalui operasi infiltrasi atau operasi helikopter,” kata Nia kepada kantor berita IRNA.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga mendesak tindakan fisik untuk melucuti kemampuan nuklir Iran.

Dalam wawancaranya dengan CBS, Netanyahu mengutip pernyataan Trump.

“Trump berkata kepada saya, ‘Saya ingin masuk ke sana,’ dan saya pikir itu bisa dilakukan secara fisik.”

Hingga saat ini, stabilitas di Teluk Persia masih berada di ujung tanduk. Kehadiran kapal-kapal Perancis dan Inggris yang rencananya akan membantu mengamankan jalur pelayaran setelah perang usai juga telah mendapat penolakan keras dari Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, yang mengancam akan memberikan “respons segera” jika hal itu terealisasi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved