Berita Internasional
Alotnya Proses Gencatan Senjata AS dan Iran, Trump Sebut Proposal dari Teheran Tak Masuk Akal
Trump bahkan menyebut tuntutan yang diajukan Teheran sebagai sesuatu yang “sangat tidak bisa diterima”.
Dalam pertemuan dengan kepala komando militer gabungan, ia memberikan instruksi tegas untuk menghadapi musuh.
“(Mojtaba Khamenei) mengeluarkan arahan baru dan menentukan untuk kelanjutan operasi dan konfrontasi yang kuat dengan musuh,” lapor penyiar berita negara Iran tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Teror drone di Teluk Arab dan blokade pelabuhan
Ketegangan di lapangan semakin meningkat meski ada upaya gencatan senjata yang rapuh.
Serangan drone dilaporkan terjadi di wilayah Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Kuwait. Sebuah drone memicu kebakaran kecil pada sebuah kapal di lepas pantai Qatar.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut serangan tersebut sebagai “eskalasi berbahaya dan tidak dapat diterima yang mengancam keamanan jalur perdagangan maritim.”
Sementara itu, militer AS terus memperketat blokade di pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April. AS mengklaim telah memukul mundur 61 kapal komersial dan melumpuhkan empat lainnya.
Pada Jumat pekan lalu, AS bahkan menyerang dua kapal tanker minyak Iran yang mencoba menerobos blokade.
Angkatan Laut Garda Revolusi Iran pun memberi peringatan keras. Setiap serangan terhadap aset mereka akan dibalas dengan “serangan berat” terhadap pangkalan AS dan kapal musuh di kawasan tersebut.
Isu krusial lainnya adalah stok uranium yang diperkaya milik Iran. International Atomic Energy Agency mencatat Iran memiliki lebih dari 440 kilogram uranium dengan kemurnian 60 persen, yang secara teknis sangat dekat dengan tingkat senjata nuklir.
Juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Akrami Nia, menyatakan pasukan dalam posisi “siaga penuh” untuk melindungi situs penyimpanan uranium.
“Kami mempertimbangkan kemungkinan bahwa mereka berniat mencurinya melalui operasi infiltrasi atau operasi helikopter,” kata Nia kepada kantor berita IRNA.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga mendesak tindakan fisik untuk melucuti kemampuan nuklir Iran.
Dalam wawancaranya dengan CBS, Netanyahu mengutip pernyataan Trump.
“Trump berkata kepada saya, ‘Saya ingin masuk ke sana,’ dan saya pikir itu bisa dilakukan secara fisik.”
Hingga saat ini, stabilitas di Teluk Persia masih berada di ujung tanduk. Kehadiran kapal-kapal Perancis dan Inggris yang rencananya akan membantu mengamankan jalur pelayaran setelah perang usai juga telah mendapat penolakan keras dari Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, yang mengancam akan memberikan “respons segera” jika hal itu terealisasi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Kondisi Terkini Motjaba Khamenei usai Serang Israel-AS, Begini Penjelasan Resmi dari Iran |
|
|---|
| Kepergok Bersama Sang Kekasih di Rumah, Wanita Muda Tewas Dihabisi Tiga Saudaranya |
|
|---|
| Istri Baru Melahirkan, Suami Ketahuan Selingkuh dan Kembali ke Mantan Kekasihnya yang Kini Hamil |
|
|---|
| Nikah di Usia 40 Tahun dan Beri Mahar Besar, Pria Ini Syok Sang Istri Pergi setelah 2 Minggu Menikah |
|
|---|
| 140 Ekor Ayam Mati Diduga Gegara Dentuman Musik DJ Pernikahan, Polisi Turun Tangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Mohammad-Bagher-Ghalibaf-DIINCAR-PRESIDEN-TRUMP.jpg)