Breaking News

Berita Viral

Tanggapan Anggota DPR Pembubaran Nobar Film Pesta Babi di Ternate, Sebelumnya di Kampus Unram

Aparat Kodim 1501/Ternate membubarkan acara kegiatan nonton bareng film dokumenter “Pesta Babi”.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/FITRI RACHMAWATI
NOBAR DIBUBARKAN: Mahasiswa mempertanyakan pihak Rektorat Universitas Mataram membubarkan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi, Kamis malam (7/5/2026) di Kampus Unram. Pembubaran acara nobar  “Pesta Babi” juga terjadi di Ternate oleh aparat pada Jumat (8/5/2026) lalu 

Sejumlah petugas keamanan kampus tampak menutupi layar.

Sementara proyektor dan laptop mahasiswa diawasi pihak rektorat. 

Ketua Grahapala Universitas Mataram, Randhy, mempertanyakan alasan pelarangan pemutaran film dokumenter tersebut. 

“Kenapa kami dilarang putar film dokumenter Pesta Babi? Apa alasannya,” kata Randhy di hadapan staf rektorat yang berjaga di lokasi, dikutip dari Kompas.com. 

Rektorat Sebut Demi Kondusivitas Kampus

Situasi sempat memanas ketika mahasiswa tetap memutar audio film “Pesta Babi” di tengah perdebatan dengan pihak kampus.

Di lokasi juga tampak aparat keamanan kampus berjaga, sementara sejumlah personel intelijen kepolisian dan TNI disebut memantau dari kejauhan.

Wakil Rektor III Unram, dr. Sujita, kemudian datang dan menyampaikan secara langsung larangan pemutaran film tersebut.

“Dengan alasan kondusivitas saya minta film ini tidak diputar. Saya tidak mengutarakan alasannya, mestinya kalian tahu sendiri,” kata Sujita. 

Ia menyebut pelarangan dilakukan demi menjaga persatuan dan menghindari potensi ketersinggungan pihak tertentu. 

“Film ini saya kira kurang baik untuk ditonton, lebih baik nonton bareng sepak bola,” ujarnya. 

Pernyataan itu langsung disambut teriakan penolakan dari mahasiswa. 

Mahasiswa menilai pelarangan pemutaran film tersebut menunjukkan sikap kampus yang anti kritik dan tidak memberi ruang kebebasan akademik.

“Mahasiswanya malu kampusnya melarang nonton film yang sangat perlu dan penting ini,” teriak sejumlah mahasiswa di lokasi.

Mahasiswa lainnya, Darmawan Alawi, menyebut pihak kampus tidak independen dan dinilai takut terhadap tekanan pihak tertentu.

“Inilah watak dari kampus kami ini. Kami harapkan semua kawan-kawan tak berkecil hati karena masih banyak ruang di luar kampus tempat menonton film ini,” katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved