Berita Viral
FAKTA Baru Terungkap! Kiai Ponpes Pati Ternyata Gonta-ganti Bawa Santriwati Menginap di Kamarnya
Terungkap santriwati bergantian menginap di kamar kiai atau pengasuh ponpes berinisial AS
M mengungkapkan, total santri yang ada di ponpes tersebut pada tahun 2024 mencapai sekitar 700 santri, 400 di antaranya santriwati.
Menurutnya, aksi pencabulan seperti itu bisa terus berlanjut jika tidak ada pihak yang berani memulai, baik melalui proses hukum maupun dengan mengungkap kasus ini ke publik.
“Kalau dibiarkan, itu mungkin saja banyak-banyak sekali jadi korban oleh oknum tadi,” ucapnya.
Dia sendiri mengaku mendapatkan kecocokan pengakuan anaknya dan beberapa teman-teman anaknya mengenai aksi pencabulan oleh AS.
"Beberapa temannya saya datangi. Ternyata yang dikatakan anak saya itu saya cocok dengan apa yang dikatakan anak saya, apa yang diperlakukan, apa yang dilakukan oleh pak kiainya kepada anak-anak tadi," jelasnya.
Usai melaporkan kasus tersebut, keluarga korban beberapa kali mengalami intimidasi yang dilakukan pihak yang berkaitan dengan AS dan ponpes.
“Dalam proses setelah saya membuat laporan itu, saya beberapa kali mendapat intimidasi dari keluarga pelaku termasuk ancaman,” ujarnya.
Ancaman diberikan agar keluarga korban mencabut laporan polisi terkait dugaan pelecehan seksual tersebut. Namun, M menegaskan bahwa ia beserta anaknya tidak sama sekali berpikir untuk mencabut laporan karena memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu agar tidak ada santriwati lain yang menjadi korban.
Ancaman tidak hanya menyasar keluarga korban, tetapi juga kuasa hukum korban, Ali Yusron.
Ali menjelaskan, pada awalnya dia justru berusaha disuap oleh pihak pelaku dengan menawarkan uang sebanyak Rp 400 Juta.
Upaya penyuapan itu dilakukan setelah tawaran serupa sebelumnya ditolak oleh pihak keluarga korban.
“Pihak si A ini (pelaku) datanglah ke rumahnya pelapor ini dulu menawari uang untuk mencabut perkara. Ini bapak pelapor tidak mau dikasih berapapun nominal. Datanglah lobi ke saya," ungkapnya dalam kesempatan yang sama.
Pihak tersangka kemudian menghampirinya saat bersama temannya sedang berada di sebuah warung. "Tidak ada pengacara di Pati ini yang tidak tergiur uang,' dia bilang gitu," ujarnya.
"Saya jawab 'saya berinisiatif kepada jati diri saya sendiri, tidak akan menerima uang'. Saya berkomitmen untuk membongkar, karena apa, ini kan Undang-Undang Perlindungan Anak," ucapnya.
Intimidasi kemudian menghampiri dirinya setelah menolak tawaran tersebut. Saat itu Ali sedang berada di area parkiran hingga didatangi oleh tiga orang.
Kiai Ponpes Pati Gonta-ganti Bawa Santriwati
Kiai Ponpes Pati Cabuli Puluhan Santriwati
Pencabulan Puluhan Santriwati
kiai cabuli santriwati
puluhan santriwati dicabuli
Pencabulan Santriwati di Jateng
| MISTERI Istri Iris Leher Suami Sedang Tidur dengan Anak di Bantul, Sambil Dipeluk dan Minta Maaf |
|
|---|
| KRONOLOGI Hilangnya Mahasiswa S2 ITB Arief Wibisono saat Mendaki Gunung Puntang Bersama Dua Temannya |
|
|---|
| Korban Tewas ke 18 Kecelakaan Bus ALS di Muratara Ternyata Jasad Anak Kecil yang Dipeluk Ibunya |
|
|---|
| SUAMI Suka Main Sabung Ayam dan Ketahuan Bonceng Wanita Lain, Ibu Muda Ajak 3 Anaknya Minum Racun |
|
|---|
| TEWAS Tertembak Aparat saat Nonton Bola, Pihak SMAN 2 Dogiyai Bantah Siswa Nopison Tebay Anggota KKB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KORBAN-PENCABULAN-BERSAMA-pengacara-Hotman-Paris.jpg)