Berita Viral

FAKTA Baru Terungkap! Kiai Ponpes Pati Ternyata Gonta-ganti Bawa Santriwati Menginap di Kamarnya

Terungkap santriwati bergantian menginap di kamar kiai atau pengasuh ponpes berinisial AS

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman
KORBAN PENCABULAN: Konferensi pers pengacara Hotman Paris bersama korban pencabulan oleh kiai di salah satu pondok pesantren di Pati yang dilaksanakan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (7/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tabiat Kiai Ashari (AS), usia 51 tahun, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, terkuak satu per satu.

Salah satunya pengakuan S (47), salah seorang mantan pekerja Pondok Pesantren Ndholo Kusumo. 

Selama 10 tahun bekerja, yakni sejak 2008 hingga 2018, S mengaku seringkali melihat AS membawa santriwati secara bergantian untuk menginap di kamarnya.

"Iya, selama di pondok itu. Ya berganti-ganti, menginapnya sama anak-anak gonta-ganti," ujar S dalam konferensi pers bersama Hotman Paris.

Tak hanya itu, santriwati yang datang disebut berkisaran umur anak SMA dan menginap hingga pagi hari. 

Menurutnya, dugaan perilaku cabul yang dilakukan AS sebenarnya sudah sempat memicu protes warga pada tahun 2008.

Waktu itu, muncul informasi mengenai adanya santriwati yang hamil, namun kemudian dinikahkan dengan pria lain.

“Terus cewek ini dinikahkan sama orang lain. Terus setelah nikah, orang luarnya itu enggak mau mengakui kalau itu anaknya,” ungkapnya.

Meski demikian, kasus tersebut menjadi senyap dan tidak diproses secara hukum.

S menilai hal itu terjadi karena AS dipandang sebagai sosok religius, spiritual, bahkan disucikan oleh sebagian masyarakat.

"Karena setiap orang yang dekat dengan si pelaku, itu merasa seolah-olah dia itu dekat dengan Allah. Sejak 2018 (sudah tidak percaya)," tambahnya. 

Sementara itu, Dewi Intan selaku tim pendamping korban dari tim Hotman 911 mengungkapkan bahwa AS mencabuli santriwati dengan dalih dapat menghilangkan penyakit. 

“Waktu awal dia (AS) merayu mereka (korban) dengan bilang bahwa hal ini bisa melunturkan semua penyakit yang ada di dalam badan,” ungkapnya.

Dalih itu kemudian digunakan untuk merayu para santriwati-nya agar mau melakukan hubungan badan.

“Dengan hubungan seperti itu, menghilangkan semua penyakit, penyakit hati, penyakit segala-gala dari yang ada di dalam tubuh,” katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved