Berita Viral

AWALNYA Dijanjikan Kerja di Restoran, Kusnia Malah Dijual ke China jadi Pengantin Pesanan Pria

Sang Anak, Kusnia (21), Diduga Menjadi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Berkedok Pengantin Pesanan di China.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/KOMPAS.COM
Seorang perempuan muda bernama Kusnia, usia 21 tahun, warga Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dilaporkan terlantar di sebuah shelter pemerintah di wilayah Anhui, China, setelah mengalami dugaan kekerasan dan eksploitasi. Kusnia (21) diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berkedok pengantin pesanan di China. Kasus ini terungkap setelah ibunda Kusnia, Dartem (52), mendatangi Sekretariat Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu pada Minggu (10/5/2026) sore untuk meminta bantuan pemulangan anaknya ke Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang Ibu di Indramayu, Jawa Barat, Minta Tolong ke Pemerintah untuk Selamatkan Anaknya yang Dijual ke China
  • Sang Anak, Kusnia (21), Diduga Menjadi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Berkedok Pengantin Pesanan di China
  • Perempuan Muda Itu Kini Terlantar di Sebuah Shelter Pemerintah di Wilayah Anhui, China, setelah Mengalami Dugaan Kekerasan dan Eksploitasi dari Prianya

 

TRIBUN-MEDAN.COM - Seorang perempuan muda bernama Kusnia, usia 21 tahun, warga Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dilaporkan terlantar di sebuah shelter pemerintah di wilayah Anhui, China, setelah mengalami dugaan kekerasan dan eksploitasi.

Kusnia (21) diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berkedok pengantin pesanan di China.

Kasus ini terungkap setelah ibunda Kusnia, Dartem (52), mendatangi Sekretariat Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu pada Minggu (10/5/2026) sore untuk meminta bantuan pemulangan anaknya ke Indonesia.

“Saya datang ke sini mau minta pertolongan ke SBMI, tolong pulangkan anak saya, kasian dia di sana makan juga seadanya,” kata Dartem sembari terisak, dikutip dari Kompas.com.

Dartem mengatakan, awalnya Kusnia dijanjikan bekerja di sebuah restoran di China oleh pihak agensi.

Kusnia kemudian berangkat ke China pada 20 Desember 2025 menggunakan visa turis.

Namun sesampainya di sana, pekerjaan yang dijanjikan tak pernah ada.

Kusnia justru dikenalkan dengan pria asal China untuk dinikahkan.

“Nikahnya itu di sana di China, saya juga tidak tahu anak saya dinikahkan. Dokumen persetujuan atas nama saya itu juga dipalsukan, yang bikin agen semua,” ujar Dartem.

Menurut dia, pihak keluarga baru mengetahui dugaan praktik pengantin pesanan itu setelah mertua Kusnia meminta ganti rugi ketika korban menolak melayani.

Mertua korban disebut mengaku telah mengeluarkan biaya hingga sekitar Rp 400 juta.

Namun dari jumlah tersebut, Kusnia hanya menerima Rp 22 juta dari pihak agensi.

Baca juga: FENOMENA Pengantin Wanita Pesanan ke China di Jawa Barat, Modus Mirip Kawin Kontrak

Kusnia diduga mengalami kekerasan dan eksploitasi 

Dartem mengaku terpukul setelah mengetahui anaknya diduga mengalami kekerasan dan eksploitasi selama tinggal bersama "suaminya" di China.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved