Berita Nasional
Blak-blakan Prabowo soal Visi MBG: Kalau Anak Orang Kaya Gak Perlu, Gak Dipaksa
ia berdialog dengan warga untuk mengecek apakah program MBG sudah terserap dengan baik di sekolah-sekolah setempat.
TRIBUN-MEDAN.com - Presiden RI Prabowo Subianto blak-blakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program bantuan sosial biasa.
Program ini bertujuan utuk mencetak generasi masa depan Indonesia yang unggul secara intelektual dan fisik.
Prabowo mengungkapkan bahwa visi besar di balik program ini adalah untuk memastikan anak-anak Indonesia memiliki daya saing yang tinggi.
"Tapi kita ingin anak-anak kita kuat, kita ingin anak-anak kita semangat, kita ingin anak-anak kita pintar, kita ingin anak-anak kita rajin belajar, betul?" ujar Prabowo saat menjelaskan tujuan program tersebut, Sabtu (9/5/2026).
Pemerintah sendiri menargetkan penerima program MBG pada Mei tahun ini dapat menembus angka 82,9 juta jiwa untuk memastikan cakupan gizi nasional merata.
Menyerap Aspirasi di Kampung Nelayan Gorontalo
Untuk memastikan visi tersebut berjalan di tingkat tapak, Presiden Prabowo meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan, Gorontalo.
Dalam kesempatan itu, ia berdialog dengan warga untuk mengecek apakah program MBG sudah terserap dengan baik di sekolah-sekolah setempat.
"Bagaimana di Gorontalo? MBG sudah ada di sekolah-sekolah?" tanya Prabowo kepada para nelayan.
Mendengar adanya laporan bahwa sejumlah anak nelayan belum mendapatkan MBG, Prabowo langsung memberikan instruksi tegas.
Diaa berjanji akan menyisir dan mencatat sekolah-sekolah yang masih terlewat agar segera mendapatkan bantuan gizi tahun ini.
“Kita segera pokoknya tahun ini semua sekolah yang merasa perlu akan kita akan berikan MBG semuanya," tegasnya.
Anak Orang Kaya Tidak Dipaksa
Meskipun menargetkan cakupan luas, Prabowo menekankan bahwa program ini mengusung prinsip ketepatan sasaran.
Dia menyatakan bahwa pemerintah tidak akan memaksakan program Makan Bergizi Gratis bagi keluarga yang sudah mampu secara ekonomi.
Menurutnya, anggaran dan sumber daya akan jauh lebih bermanfaat jika difokuskan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan tambahan gizi.
"Yang tidak perlu enggak apa-apa ya kan. Kalau anak-anak orang kaya enggak perlu, enggak apa-apa, benar, enggak dipaksa," jelas Prabowo.
Ia menambahkan bahwa bagi keluarga mampu, mereka memiliki kemandirian untuk memenuhi gizi anaknya sendiri. Namun bagi rakyat yang memerlukan, negara dipastikan akan hadir.
Kunjungan ke Gorontalo ini dilakukan Presiden Prabowo setelah sebelumnya mengunjungi Pulau Miangas untuk meninjau infrastruktur perbatasan, termasuk memastikan keberlanjutan Bandara Miangas yang diresmikan di era Presiden Jokowi.
Artikel sudah tayang di Kompas.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Profil Singkat 9 Kapolda yang Baru Diangkat Kapolri, Ada Alberd Sianipar Hingga Jenderal Brimob |
|
|---|
| 4 TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dianggap Masih Laik Jadi Prajurit |
|
|---|
| Nilai Tukar Rupiah Makin Melemah, Kini Sudah di Level Rp 17.300, Celios: Tidak Dipercaya Investor |
|
|---|
| Rupiah Melempem, Gubernur BI Temui Prabowo Beber 7 Langkah Penguat Terhadap Dolar AS |
|
|---|
| Alasan BEM IPB Tolak Dapur MBG di Kampus, Tulis Surat untuk Kepala BGN Dadan: Rakyatmu Sudah Muak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Prabowo-minta-usus-kasus-air-keras.jpg)