Berita Viral

Orang Tua Korban Kiai Cabul Kecewa Polisi Baru Sekarang Tangkap Ashari, Padahal Lapor 2 Tahun Lalu

Orang tua dari korban pencabulan Ashari kiai di pondok pesantresn di Pati mengaku sudah melaporkan kejadian ini 2 tahun lalu.

Tayang:
Tribunjateng.com
POLISI TANGKAP ASHARI: Polisi pada Kamis (7/5/2026) berhasil menangkap Ashari (berjaket kulit), pendiri Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang menjadi tersangka pencabulan. Sosok kiai yang diduga mencabuli puluhan santriwati itu ditangkap setelah polisi melakukan pengejaran ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jakarta, hingga Jawa Barat. (Dok. Kasat Reskrim Polresta Pati) 

TRIBUN-MEDAN.com - Orang tua dari korban pencabulan Ashari kiai di pondok pesantresn di Pati mengaku sudah melaporkan kejadian ini 2 tahun lalu. 

Ia bercerita bahwa laporannya itu mandek selama dua tahun. 

Pria inisial H ini mengaku kecewa dengan Polisi yang baru sekarang bertindak menangkap Ashari, kiai cabul di Pati. 

Menurut H, pada awal pelaporan perkara sempat berjalan hingga tahap penyidikan.

Namun seiring waktu, perkembangan kasus disebut tidak lagi jelas.

"Saya laporan sejak 2024. Awalnya berjalan sampai tahap penyidikan, tapi lama-kelamaan kok tidak ada titik terang," ujar H saat ditemui di Semarang, dikutip Tribun Jateng, Jumat (8/5/2026).

Diketahui, Polresta Pati baru menetapkan Ashari sebagai tersangka pada 28 April 2026 sebelum akhirnya dilakukan penangkapan pada Mei 2026.

Dengan demikian, proses penanganan kasus ini memakan waktu hampir dua tahun sejak laporan pertama dibuat.

Tak hanya harus menunggu kepastian hukum, H juga mengaku mengalami tekanan dari pihak yang disebut memiliki hubungan keluarga dengan terduga pelaku.

Ia menyebut beberapa orang sempat datang ke rumah untuk meminta dirinya mencabut laporan polisi.

"Mereka datang ke rumah, intinya meminta saya mencabut laporan. Ada ancaman bahwa laporan saya akan dipatahkan dan saya akan dituntut balik. Bahkan ada surat yang dikirim meminta saya mencabut laporan," ungkap H.

Baca juga: BUS ALS Kecelakaan Maut di Pasaman Barat, Korban Pelajar Tewas Terlindas, Bus Tak Bisa Menghindar

Baca juga: TRAGIS! Seorang Pelajar Hafizul Adly Harahap Tewas Ditabrak Bus ALS BK 7556 UA di Pasaman Barat

Meski mendapat intimidasi dan ancaman, H memastikan dirinya tidak akan mundur.

Ia mengaku ingin memperjuangkan keadilan bukan hanya untuk anaknya, tetapi juga demi mencegah munculnya korban lain.

"Saya tidak akan cabut laporan sampai kapan pun. Tujuan saya bukan hanya untuk anak saya, tapi untuk menyelamatkan anak-anak lain," tegasnya.

Kronologi 50 Santriwati Dicabuli Kiai di Pati

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved