Berita Viral

Tuding Prabowo Fasis dan Rasis, Rhoma Irama Sebut Habib Rizieq Berbahaya untuk Agama dan Bangsa

Suasana jagat maya mendadak gempar ketika Rhoma Irama, Sang Raja Dangdut, melontarkan kritik pedas terhadap Habib Rizieq Shihab.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/YOUTUBE
Tuding Presiden Prabowo Fasis dan Rasis, Rhoma Irama Sebut Habib Rizieq Berbahaya untuk Agama dan Bangsa 

TRIBUN-MEDAN.COM - Suasana jagat maya mendadak gempar ketika Rhoma Irama, Sang Raja Dangdut, melontarkan kritik pedas terhadap Habib Rizieq Shihab.

Polemik ini bermula dari pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pengkritiknya bisa “kabur ke Yaman”.

Ucapan tersebut memantik reaksi keras dari HRS, yang menuding Prabowo bersikap fasis dan rasis.

Namun, Rhoma Irama justru balik menyerang. 

Dalam unggahan video di Youtube dan Instagram, ia menilai tudingan HRS tidak berdasar dan malah mempertanyakan praktik rasisme yang disebut-sebut ada di kalangan Ba’alawi.

Dengan nada tinggi, Rhoma menyebut: “Perempuan-perempuan Ba’alawi haram dinikahi oleh pribumi. Ini rasis pakai banget!”

Baca juga: PRESIDEN PRABOWO: Yang Bilang Indonesia Gelap Matanya Buram, Kau Kabur Saja ke Yaman

Kritik Tajam Rhoma

Rhoma menilai logika HRS yang menyebut bangsa Indonesia harus berterima kasih kepada Ba’alawi sebagai bentuk arogansi.

Baginya, justru kaum Ba’alawi yang seharusnya bersyukur bisa hidup di Indonesia yang makmur.

Ia bahkan menyindir HRS sebagai “aktor antagonis” yang berbahaya bagi bangsa dan agama.

Sindiran ini menegaskan posisi Rhoma sebagai figur publik yang berani menantang narasi tokoh agama, sekaligus memperlihatkan bagaimana isu identitas bisa dengan cepat berubah menjadi polemik nasional.

Baca juga: Tanggapan Jenderal Purn Dudung, Tudingan Rizieq Shihab Disebut Pembisik ke Prabowo Kabur ke Yaman

Reaksi Publik di Media Sosial

Kolom komentar unggahan Rhoma dipenuhi beragam pendapat.

Ada yang mendukung penuh sikapnya, menyebutnya sebagai suara kebenaran, namun ada pula yang menilai serangan antar-ulama memalukan.

Sebagian warganet bahkan mengingatkan agar isu nasab tidak dijadikan bahan adu domba.

Sumber: Warta kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved