Berita Viral

TRAGIS! Seorang Pelajar Hafizul Adly Harahap Tewas Ditabrak Bus ALS BK 7556 UA di Pasaman Barat

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB tersebut mengakibatkan satu orang pelajar meninggal dunia di lokasi kejadian.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN
BUS ALS: Kecelakaan maut melibatkan sepeda motor dan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) terjadi di jalan lintas umum Jorong Simpang Tiga Alin, Nagari Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (9/5/2026) siang. 

Pihak kepolisian menerapkan Pasal 310 ayat (4) dan (2) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga: POLISI Belum Terima Manifes Penumpang Bus ALS Kecelakaan di Muratara:Banyak Ambil Penumpang di Jalan

Update Kecelakaan Bus ALS Vs Truk Tangki di Sumsel

Jumiatun korban kecelakaan bus ALS yang mengalami luka bakar
Jumiatun (43) korban kecelakaan bus ALS yang mengalami luka bakar saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan, Palembang, Sabtu (9/5/2026). (KOMPAS.COM/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRA)

Dua Korban Selamat Kecelakaan Bus ALS Jalani Perawatan di RS Bhayangkara Palembang

Dua korban selamat dalam kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki BBM di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Sumatera Selatan.

Kedua korban tersebut yakni Ngadiono (44) dan Jumiatun (43), yang mengalami luka bakar serius di sebagian besar tubuh mereka.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto mengatakan, korban Ngadiono sebelumnya dievakuasi menggunakan helikopter dari RSUD Rupit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. 

“Korban sudah kita lakukan evakuasi. Seluruh wajah, leher dan dada pasien mengalami luka bakar. Pasien juga sudah dilakukan operasi pengangkatan jaringan mati akibat luka bakar,” kata Budi, Sabtu (9/5/2026).

Meski mengalami luka bakar serius, kondisi Ngadiono disebut stabil dan sudah dapat diajak berkomunikasi. Saat ini pasien juga belum membutuhkan alat bantu pernapasan selama menjalani perawatan di ruang ICU. “Pasien dalam kondisi stabil dan bisa diajak komunikasi. Pasien tidak dibantu alat bantu pernapasan,” jelasnya. 

Menurut Budi, kondisi pasien luka bakar harus dipantau secara ketat karena sangat rentan mengalami infeksi. “Pasien dengan kondisi luka bakar rawan mengalami infeksi,” ujarnya.

Sementara itu, satu korban selamat lainnya, Jumiatun (43), tiba di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB setelah dirujuk dari RSUD Rupit menggunakan ambulans melalui jalur darat. 

"Jumiatun mengalami luka bakar 85 persen akibat kecelakaan tersebut sudah tiba di RS Bhayangkara Moh Hasan dini hari sekitar pukul 01.00 WIB," kata Budi.

Ia menjelaskan, saat ini Jumiatun juga menjalani perawatan intensif di ruang ICU dengan pengawasan dokter dan perawat yang standby selama 24 jam.

“Sudah dirawat di ruang ICU dan dijaga perawat serta dokter jaga standby di ruangan,” katanya.

Sebelumnya, korban selamat lainnya, Ngadiono, juga tiba di RS Bhayangkara Moh Hasan pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 11.40 WIB menggunakan helikopter milik Polri.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: TERNYATA Ada Anak 5 Tahun Tewas Kecelakaan Bus ALS di Muratara, Jumlah Korban Jiwa Jadi 18 Orang

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved