Berita Viral

PERUSAHAAN Ramai Pecat Generasi Z Padahal Baru Beberapa Bulan Kerja, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Kabar marak pemecatan generasi Z (Gen Z) baru beberapa bulan bekerja menjadi kasus yang unik.

Tayang:
Kolase TribunTrends.com/Freepik/ist
Ilustrasi PHK. Kabar marak pemecatan generasi Z (Gen Z) baru beberapa bulan bekerja menjadi kasus yang unik. 

Di sisi lain, Welch menegaskan dirinya tidak menganggap nilai-nilai yang dianut kebanyakan Gen Z sebagai sesuatu yang salah.

Pekerja muda tidak perlu mengubah prinsip hidup mereka hanya demi menyesuaikan diri dengan dunia kerja.

"Jika mereka mempertahankan prinsip yang seharusnya mereka pertahankan tidak seorang pun boleh mengubahnya. Mereka harus memahami bahwa ada konsekuensinya dan tidak akan mendapatkan jenis pekerjaan yang mungkin telah dipersiapkan sesuai gelar sarjana mereka," ucap dia.

Beberapa perusahaan yang sempat berdiskusi dengannya mengaku, saat ini tengah berjuang mati-matian untuk mendapatkan 2 persen pekerja sesuai standar.

Berdasarkan data Federal Reserve New York pada akhir 2025, tingkat pengangguran lulusan baru di Amerika Serikat mencapai 5,7 persen atau sekitar 1,5 poin lebih tinggi dibanding kelompok usia lain.

Hal tersebut dipengaruhi perubahan struktural perusahaan ataupun perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Ia sempat bertemu seorang mahasiswi berbakat lalu kesulitan mendapatkan pekerjaan, kendati memiliki kemampuan akademik yang bagus.

Lulusan baru disarankan lebih membuka diri terhadap berbagai jenis pekerjaan serta tidak hanya terpaku pada jalur karier sesuai jurusan kuliah.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-jatim

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved