Berita Viral
Kunjungi Nelayan di Gorontalo, Prabowo Kembali Suarakan Ekonomi Indonesia Kuat, Kita Tidak Panik
Presiden Prabowo mengatakan, bahwa Indonesia saat ini berada dalam posisi ekonomi dan kedaulatan yang stabil
TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, bahwa Indonesia saat ini berada dalam posisi ekonomi dan kedaulatan yang stabil dibandingkan negara-negara lain.
Bahkan, Indonesia tidak panik di tengah banyaknya negara dilanda kekhawatiran.
"Kita berada dalam keadaan kuat, banyak negara panik kita tidak panik, kita sudah swasembada pangan dan sebentar lagi kita swasembada BBM, kita tidak akan impor BBM lagi saudara-saudara," kata Prabowo saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).
Dia berujar bahwa kunci kekuatan bangsa terletak pada keberanian untuk mengelola kekayaan sendiri.
Baca juga: Utang Pemerintah Hampir 10.000 Triliun per 31 Maret 2026, Purbaya Berencana Terbitkan Panda Bonds
Baca juga: KALA Menkeu Purbaya Akui Disuruh Prabowo Umumkan ke Publik, Uang Pemerintah Banyak, Gak Usah Takut
Menurutnya, Indonesia tidak perlu lagi bergantung pada pasokan pangan dari luar negeri karena produksi dalam negeri yang telah mencukupi.
"Kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, swasembada jagung, banyak sekali. Kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar," tambahnya di hadapan para warga dan nelayan.
Prabowo juga memberikan peringatan mengenai pentingnya integritas kepemimpinan dalam mengelola kekayaan alam yang melimpah.
Ia menyoroti bahwa kekayaan negara harus dikuasai sepenuhnya oleh bangsa sendiri agar tidak dimanfaatkan oleh pihak asing.
"Kita bangsa yang kaya, tapi yang penting sekarang kekayaan harus bisa kita kuasai, harus bisa kita kelola dengan baik ya, kalau kita malas, kalau pemimpin-pemimpinnya tidak jujur atau seenaknya maka kekayaan kita akan diambil oleh bangsa-bangsa lain," ujarnya.
Kunjungan kerja ke Gorontalo ini dilakukan Presiden Prabowo Subianto setelah menghadiri KTT ASEAN di Filipina. Dalam forum internasional itu, Prabowo mengklaim posisi Indonesia semakin dihormati berkat stabilitas ekonomi dan keberhasilan swasembada pangan yang telah dicapai tahun ini.
Canangkan Ekonomi Biru
Prabowo Subianto mencanangkan pengembangan ekonomi kelautan secara besar-besaran melalui program ekonomi biru atau blue ocean economy.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo pada Sabtu (9/5/2026).
Mantan Menteri Pertahanan RI itu menegaskan bahwa pemerintah akan fokus meningkatkan penghasilan nelayan lokal sebagai produsen protein utama bagi bangsa.
Ia menilai sektor perikanan adalah karunia besar yang memerlukan investasi serius dari pemerintah pusat.
"Dunia sekarang sangat memerlukan ikan protein, karena itu pemerintah yang saya pimpin kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan. Istilah kita sekarang adalah ekonomi biru, ekonomi laut biru, the blue ocean economy," ujar Presiden Prabowo.
Prabowo mengumumkan target ambisius pembangunan ribuan kampung nelayan di seluruh wilayah Indonesia.
Program ini dimulai tahun ini dan akan terus dilanjutkan secara konsisten setiap tahunnya.
"Tahun ini kita akan bangun kita akan resmikan desa nelayan kampung nelayan seperti ini totalnya tahun ini 1386. Dan tahun depan, kita akan bangun lagi, berapa tahun depan? 1000. Dan seterusnya tiap tahun 1000,1000,1000," jelasnya.
Selain pembangunan infrastruktur desa, dia juga mengatakan bahwa kedaulatan di laut teritorial Indonesia menjadi hal yang penting.
Prabowo menyatakan pihaknya tidak akan lagi memberikan ruang bagi kapal asing untuk mengeksploitasi sumber daya ikan di perairan nusantara.
"Kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan, nanti kita akan bantu. Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, kita ingin rakyat kita yang mengambil," tegasnya.
Prabowo menambahkan bahwa kapal-kapal bantuan tersebut nantinya akan dikelola oleh masyarakat melalui sistem koperasi. Hal ini bertujuan agar para nelayan memiliki kekuatan ekonomi secara kolektif dan terorganisir.
"Nanti bapak-bapak nelayan dengan keluarganya bikin koperasi, nanti akan diatur apakah 30 nelayan 1 koperasi, atau 30, nanti kita beri kapal, kapal ada yang kecil, ada yang menengah dan ada kapal-kapal besar," tambahnya. (*/tribunmedan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| NASIB Grace Natalie Tak Dibantu PSI Soal Kasus Video Ceramah JK, Sugeng: Pendiri Diperlakukan Begini |
|
|---|
| TERNYATA Ada Anak 5 Tahun Tewas Kecelakaan Bus ALS di Muratara, Jumlah Korban Jiwa Jadi 18 Orang |
|
|---|
| PENYEBAB Perusahaan Ramai-ramai Pecat Gen Z: Individualitas dan Fokus pada Perawatan Diri |
|
|---|
| BARANG Tak Lazim di Bagasi Saat Kecelakaan Maut Bus ALS, Ada Dua Unit Motor hingga Tabung Gas |
|
|---|
| Balita 2,5 Tahun Tewas Tenggelam Banjir di Sumsel Saat Orangtuanya Sibuk Evakuasi Perabotan Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Prabowo-Subianto-di-Talaud.jpg)