Berita Viral

PENYEBAB Perusahaan Ramai-ramai Pecat Gen Z: Individualitas dan Fokus pada Perawatan Diri

Enam dari sepuluh perusahaan memilih memecat karyawan Generasi Z hanya beberapa bulan setelah mereka bekerja.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
Kathmandu Post
GEN Z dalam unjuk rasa. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Survei Intelligent yang melibatkan lebih dari 200.000 responden dalam setahun terakhir mengungkap fakta mengejutkan. 

Enam dari sepuluh perusahaan memilih memecat karyawan Generasi Z hanya beberapa bulan setelah mereka bekerja.

Dilansir dari USA Today, Sabtu (9/5/2026), Profesor Suzy Welch dari New York University menilai temuan ini sebagai cerminan nyata dari benturan nilai antara generasi muda dan dunia kerja modern.

Melalui alat analisis The Values Bridge, Welch menemukan bahwa hanya 2 persen Gen Z yang memiliki nilai sesuai dengan standar manajer perekrutan.

Artinya, mayoritas Gen Z tidak menempatkan prestasi dan fokus kerja sebagai prioritas utama.

Sebaliknya, mereka lebih menjunjung tinggi perawatan diri, autentisitas, dan kepedulian sosial.

Ada perbedaan paradigma. Generasi Z menekankan keseimbangan hidup, kesehatan mental, dan ekspresi diri.

Sementara, perusahaan mengutamakan prestasi, produktivitas, dan semangat belajar dalam konteks profesional.

Welch menegaskan, nilai-nilai Gen Z tidak salah. Namun, konsekuensinya jelas. "Mereka mungkin tidak mendapatkan pekerjaan sesuai jurusan kuliah atau ekspektasi karier tradisional,"jelasnya.

Dampak Ekonomi dan Teknologi

Data Federal Reserve New York pada akhir 2025 menunjukkan tingkat pengangguran lulusan baru mencapai 5,7 persen, lebih tinggi dibanding kelompok usia lain.

Adapun faktor penyebabnya antara lain; perubahan struktural perusahaan, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menggeser kebutuhan tenaga kerja, serta banyaknya lulusan berbakat kesulitan mendapatkan pekerjaan meski memiliki kemampuan akademik yang baik.

Hal ini memperlihatkan bahwa nilai dan sikap kerja kini sama pentingnya dengan ijazah.

Perspektif Sosial Gen Z

Generasi Z menolak pola kerja generasi sebelumnya yang dianggap tidak menjamin stabilitas hidup.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved