Berita Viral

VIRAL Warga Lempari Ular ke Pendopo, Kecewa Aksinya Tak Ditemui Bupati Lucky Hakim

Viral warga lempari ular ke Pendopo Indramayu karena kecewa aksinya tak ditemui Bupati Lucky Hakim

Tayang:
IST
PENDOPO DILEMPARI ULAR: ular-ular yang dilempar pendemo saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Pendopo Indramayu, Kamis (7/5/2026) 

TRIBUN-MEDAN.COM – Viral warga lempari ular ke Pendopo Indramayu karena kecewa aksinya tak ditemui Bupati Lucky Hakim.

Baru-baru ini aksi pelemparan ular dalam unjuk rasa di Indramayu viral di media sosial.

Aksi pelemparan ular dalam unjuk rasa yang dilakukan massa Aliansi Topi Jerami di depan Pendopo Indramayu.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (7/5/2026).

Massa aksi menyebut pelemparan ular dilakukan sebagai bentuk kekecewaan karena aksi mereka tidak ditemui Bupati Indramayu Lucky Hakim.

Koordinator aksi, Rakhmat Hidayat menjelaskan, ular yang dilempar ke Pendopo Indramayu merupakan simbol sindiran terhadap kondisi daerah yang dinilai belum banyak berubah.

Baca juga: Dua Wanita Berkelahi di Depan Peti Mati, Fakta Perselingkuhan Sang Kekasih Terbongkar di Pemakaman

Menurut dia, langkah Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menjalankan pemerintahan dinilai terlalu simbolis dan dampaknya belum benar-benar dirasakan masyarakat.

“Simbol lempar ular ini menjadi bentuk kritik kami terhadap kebijakan yang terkesan simbolis.

Masyarakat membutuhkan solusi yang benar-benar dirasakan dampaknya,” kata Rakhmat dilansir Tribun-medan.com dari Kompas.com.

Dalam aksi tersebut, Aliansi Topi Jerami membawa sejumlah persoalan yang selama ini dikeluhkan warga.

Mulai dari masalah sampah, pendidikan, hingga kondisi ekonomi masyarakat.

Rakhmat menilai angka pengangguran dan kemiskinan di Indramayu masih tinggi sehingga perlu perhatian serius dari pemerintah daerah.

Persoalan sampah menjadi salah satu isu yang paling disorot massa aksi.

Menurut Rakhmat, banyak sampah di sejumlah titik menggunung karena tidak kunjung diangkut.

Padahal, kata dia, sampah tersebut dibuang warga di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), bukan dibuang sembarangan.

Baca juga: Syekh Ahmad Masih Berkeliaran, Diduga Kabur ke Mesir Usai Jadi Tersangka Pelecehan Sesama Jenis

Karena tak kunjung diangkut, sampah menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap.

Selain itu, Aliansi Topi Jerami juga menyoroti sejumlah program Pemkab Indramayu yang disampaikan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ).

Menurut mereka, laporan tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Kami menuntut Bupati Indramayu untuk membuka secara transparan seluruh kebijakan dan program kerja yang selama ini diklaim berhasil, serta mempertanggungjawabkan secara jujur capaian yang faktanya tidak dirasakan oleh masyarakat,” jelas Rakhmat.

Meski diwarnai aksi pelemparan ular, pihak kepolisian memastikan jalannya unjuk rasa berlangsung aman dan tertib hingga massa membubarkan diri.

Melalui pengeras suara, petugas keamanan juga terus mengimbau massa untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.

“Alhamdulillah unjuk rasa berjalan kondusif,” kata Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno.

Tarno mengatakan, ular yang dilempar pendemo langsung ditangkap petugas gabungan di lokasi aksi.

Menurut dia, ular tersebut bukan jenis berbahaya, melainkan ular sawah.

“Kami bersama petugas gabungan lainnya langsung menangkap ular-ular yang dilemparkan massa aksi,” pungkasnya.

Baca juga: Warga Kota Binjai Meninggal Dunia di Kamboja, Dinsos: Tak Ada Anggaran Pemulangan

Profil Lucky Hakim

Lucky Hakim lahir pada 12 Januari 1978 dan berkiprah sebagai aktor sebelum terjun ke politik. Lucky awalnya dikenal karena membintangi sejumlah sinetron pada 2000-an.

Pria kelahiran Indramayu itu mulai terjun ke politik pada 2012 dengan masuk Partai Amanat Nasional (PAN). Lucky dicalonkan menjadi wakil wali kota Bekasi oleh PAN pada 2012.

Lucky kemudian masuk ke parlemen usai terpilih menjadi anggota dewan di Dapil Jawab Barat VI pada 2014. Namun, Lucky kemudian dipecat dari PAN atas tuduhan pencurian suara.

Lucky Hakim kemudian pindah ke Partai NasDem dan mencalonkan diri sebagai wakil bupati Indramayu di Pilkada 2020. Lucky terpilih menjadi wakil Nina Agustina yang memenangkan pilkada.

Akan tetapi, pada Februari 2023, Lucky Hakim mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil bupati. Ia kemudian maju menjadi rival Nina Agustina di Pilkada Serentak 2024.

Saat debat pilkada 2024, Lucky mengemukakan alasannya mundur dari jabatan wakil bupati. Mantan artis itu mengaku kurang diberi tugas oleh Nina Agustina sehingga pilih mundur.

*/tribun-medan.com

artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved