Berita Viral
RESPONS Polrestabes Semarang Soal Wanita Ngaku Anak Perwira Bikin Lomba Komentar Rasis di Medsos
Dia mengajak netizen melontarkan komentar paling rasis dan yang terpilih akan mendapatkan uang Rp 100 ribu.
Sebagian pengguna media sosial menandai akun resmi Polrestabes Semarang dan Humas Polri untuk meminta klarifikasi terkait identitas pemuda tersebut.
Publik juga mendesak aparat mengusut dugaan ujaran kebencian berbasis SARA yang dinilai berbahaya dan berpotensi memecah belah masyarakat.
Selain menuai kecaman moral, tindakan tersebut juga dinilai berpotensi melanggar hukum.
Dugaan penyebaran kebencian berbasis ras dan etnis dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.
Tanggapan polrestabes Semarang
Menanggapi viralnya video tersebut, Polrestabes Semarang akhirnya memberikan klarifikasi.
Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok menegaskan bahwa sosok dalam video bukan anak anggota Polrestabes Semarang.
“Untuk terkait video yang viral itu sudah kita tanggapi bahwasanya memang itu bukan daripada anggota Polrestabes Semarang. Jadi kita laksanakan konfirmasi seperti itu dulu mungkin perkembangannya.
Nanti kalau misal memang ada info, nanti akan saya update lagi,” ungkap Kompol Riki kepada Tribunjateng.com, Jumat (8/5/2026).
Klarifikasi serupa juga disampaikan melalui akun resmi Instagram Polrestabes Semarang di kolom komentar unggahan yang membahas video viral tersebut.
“Selamat malam sobat Polri, izin menanggapi beredarnya video viral di media sosial bahwa sosok dalam video tersebut bukan merupakan anak dari anggota Polri yang bertugas di Polrestabes Semarang.
Dengan ini disampaikan bahwa informasi tersebut TIDAK BENAR (HOAKS),” tulis akun resmi @polrestabessemarang_official.
Polrestabes Semarang menyebut hasil penelusuran dan klarifikasi memastikan bahwa pemuda tersebut tidak memiliki hubungan keluarga dengan anggota Polri yang bertugas di institusi tersebut.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan ujaran kebencian maupun tindakan rasisme di ruang digital.
“Selain itu, kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan tindakan rasisme, ujaran kebencian, maupun diskriminasi dalam bentuk apa pun.
Mari bersama-sama menjaga etika, menghormati sesama, dan menciptakan ruang digital yang sehat serta kondusif,” lanjut pernyataan tersebut.
(*/tribun-medan.com)
Artikel sudah tayang di tribun-jateng.com
| PENAMPAKAN Dedi Congor Lari Terbirit-birit Menghindari Kejaran Wartawan Usai Diperiksa KPK |
|
|---|
| EKS Pejabat Bea Cukai Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK, Diduga Terima Suap |
|
|---|
| TEMUAN Kementerian Kesehatan, Myta Dokter Magang Kerja tanpa Jeda, Tetap Masuk Hari Minggu |
|
|---|
| KORBAN Tewas Kecelakaan Bus ALS vs Mobil Tangki Jadi 17 Jiwa, Tahrul Meniggal Setelah Dirawat 3 Hari |
|
|---|
| Pertalite Tak Dijual Lagi di Sejumlah SPBU Pertamina, Ini Penjelasan Kementerian ESDM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/cewekrasissdf.jpg)