Berita Viral

SEMPAT Dirawat 3 Hari, Tahrul Penumpang Bus ALS Meninggal Dunia, Korban Betambah Jadi 17 Orang

Sempat dirawat selama tiga hari, Tahrul Hubaidi (31) penumpang bus ALS meninggal dunia. Korban kecelakaan maut bus dan truk minyak pun bertambah jadi

Tayang:
IST
KORBAN BERTAMBAH- Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki minyak di Jalinsum Kabupaten Muratara bertambah menjadi 17 orang. Korban terbaru diketahui bernama Muhamad Tahrul Hubaidi (31), warga Tegal, yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari di RSUD Rupit 

ARYANTO — sopir mobil tangki
MARTONO — penumpang mobil tangki

Dari Bus ALS :

ALIF — sopir bus ALS
SAF — kenek bus
MALEH — penumpang bus
RELODO — penumpang bus
ZULKIFLI — penumpang bus
ALDI SULISTIAWAN — penumpang bus
RANI — penumpang bus
BELA — penumpang bus
CELINTON — penumpang bus
Hj SYAMSIAH BACHRI — penumpang bus
SUKARDI — penumpang bus
SALIM — penumpang bus
BUDIYANTO — penumpang bus
BAHRUL ULUM — penumpang bus
MUHAMAD TAHRUL HUBAIDA- penumpang bus

Baca juga: TERUNGKAP Fakta Baru Tragedi Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM yang Menewaskan Belasan Orang

KONDISI Memilukan Korban Kecelakaan Bus ALS, Sulit Dikenali, Hangus dari Kulit Sampai ke Tulang

Disisi lain diberitakan sebelumnya kondisi memilukan korban kecelakaan bus ALS dikuak Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan.

Saking besarnya kobaran api, tubuh korban hangus dari kulit sampai ke tulang.

Hal ini pun membuat 16 jenazah sulit dikenali.

Kondisi tubuh korban hangus hampir 99 persen.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang Kombes Pol Budi Susanto mengatakan, kondisi tersebut membuat proses identifikasi jenazah menjadi sangat sulit dilakukan. 

"Jenazah kondisinya sudah terbakar hangus, kondisinya agak sulit kita identifikasi. Terbakar hangus dari kulit sampai ke tulang, bahkan giginya tidak berbentuk utuh, tapi pecahan," kata Budi saat konferensi pers, Kamis (7/5/2026).

Menurut Budi, tim DVI juga melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan dalam proses pencocokan DNA korban. 

Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan untuk mempercepat pengungkapan identitas para korban. 

“Operasi DVI tidak bisa berdiri sendiri, kami melibatkan banyak pihak, termasuk Dinkes. Kami mohon doa agar tim bisa bekerja secara maksimal," ujarnya. 

*/tribun-medan.com

sebagian artikel ini telah tayang di Sripoku

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved