Berita Viral

PECAH Tangis Siswi Berhijab yang Rambutnya Dipotong Paksa Mengaku Terpukul: Kayak Laki-laki

Pecah tangis siswi berhijab yang rambutnya dipotong paksa guru BK SMK Negeri 2 Garut. Tangis para siswi berhijab itupun

Tayang:
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatam
POTONG PAKSA - Sejumlah siswi di SMKN 2 Garut rambutnya dipotong karena kedapatan rambutnya berwarna. Kasus ini menjadi ramai karena ada potongan video yang beredar di media sosial. Viral oknum guru SMKN 2 Garut potong paksa rambut siswi berhijab. 

"Boleh, mau. Make up tipis tapi gratis," katanya.

Guru BK SMKN 2 Garut, Ai Nursaida, mengakui bahwa enam siswi yang rambutnya dipotong sebenarnya dikenal sebagai siswa yang baik.

Menurut Ai, para siswi tersebut tidak memiliki persoalan dalam akademik maupun perilaku di sekolah.

"Keenam anak ini baik-baik aja secara perilaku baik. Akademis gak ada masalah, rajin sekolah," katanya.

Namun, Ai mengaku dirinya belakangan resah karena banyak menerima aduan terkait penampilan siswa, terutama soal penggunaan kosmetik dan warna rambut.

"Yang meresahkan kami baru-bari ini tentang penampilan siswa, berkerudung dalam hal kosmetik berlebihan," kata Ai ke Dedi Mulyadi.

Ia juga menilai persoalan tersebut sebenarnya cukup diselesaikan dengan teguran biasa.

"Mungkin orang tuanya cukup uang, kan gak ada masalah. Penampilan menor, wajar, kan tinggal diingatkan," katanya.

Ai juga mengungkapkan bahwa dirinya selama ini sering merasa menjadi pihak yang disalahkan ketika ada siswa dianggap melanggar aturan penampilan.

Menurutnya, tekanan datang dari berbagai komentar dan aduan yang terus menumpuk.

"Keresahan di masyarakat, anak-anak laki-laki biasanya. Bu kenapa kalau laki-laki panjang sedikit dirazia, kalau yang perempuan rambut merah dibiarin, keluar gerbang dibuka merah masih pakai seragam. mungkin bukan anak saya yang ini, ya akumulasi dari sana dari sini terus yang disalahkan biasanya anak-anak saya, itu anak bimbingan saya, saya kan sakit hati," katanya.

Ai juga membantah dirinya selama ini membiarkan pelanggaran penampilan siswa.

"Setiap ada rajia kosmetik, saya belum pernah merajia mereka. Saya belum pernah menghapus makeupnya, tapi saya dituduh seolah membiarkan mereka," katanya.

*/tribun-medan.com

sebagian artikel ini telah tayang di Tribunbogor

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved