Kecelakaan Bus ALS di Muratara

Tekad Hidup Mandiri di Perantauan Berakhir Tragis, Aldi Bersama Istri dan Bayinya Tewas di Bus ALS

Perjalanan Aldi beserta istri dan anaknya sempat tertunda sebelum akhirnya berangkat menggunakan bus ALS

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Tribun Sumsel
KORBAN KECELAKAAN - Tangkap layar video saat Aldi Sulistiawan (26) dan Rani (24), serta putri kecil mereka yang baru berusia 1,8 tahun, Bela, menaiki bus ALS. Ketiganya meninggal dunia dalam insiden kecelakaan Bus ALS dengan truk tangki minyak di Muratara, Sumsel, Rabu (6/5/2026). (Dok Keluarga/Tribunsumsel.com) 

“Aldi pergi bersama Rani ke sana hendak usaha di Pekanbaru. Sempat kami larang, namun mereka ingin hidup mandiri di sana,” katanya.

Ramdi menambahkan, seminggu sebelum keberangkatan, keluarga sebenarnya telah menyiapkan bahan bangunan seperti pasir dan semen agar Aldi dan Rani membangun rumah di kampung halaman.

Namun pasangan tersebut tetap memutuskan merantau.

“Kami awalnya tidak memberikan izin mereka untuk berangkat. Seminggu sebelumnya kami sudah membelikan pasir dan semen untuk mereka bangun rumah di sini. Namun mereka tetap mau pergi, kami juga tidak menyangka adanya peristiwa ini,” ujarnya.

Rekaman Video Naik Bus

Setelah peristiwa kecelakaan ini mencuat ke publik, beredar rekaman video detik-detik Aldi bersama istri dan bayinya naik ke dalam Bus ALS.

Dalam rekaman video yang beredar, suasana di area pintu bus awalnya tampak seperti keberangkatan biasa. 

Terlihat seorang awak bus berjaket merah sedang sibuk mencatat manifes penumpang, sementara beberapa pria lain saling bantu memasukkan barang bawaan ke dalam bagasi.

Di tengah kesibukan itu, kamera menangkap sosok Rani yang tengah menggendong erat buah hatinya, Bela. 

Rani tampak bersiap melangkah naik ke dalam bus. Menyusul di belakangnya, Aldi Sulistiawan yang terlihat sigap membantu. 

Mengenakan setelan berwarna hitam, Aldi tampak membawa cukup banyak barang bawaan. Di antaranya, selimut bayi milik Bela.

Belakangan diketahui, perekam adalah Anwarudin (54), ayah kandung Aldi. 

Anwarudin tidak menyangka jika niatnya mendokumentasikan keberangkatan sang anak menjadi momen perpisahan untuk selamanya.

"Saya yang antar langsung sampai ke loket. Saya sempat rekam momen mereka berangkat. Aldi itu tinggal di Way Kanan, Lampung, sehari-hari kerja serabutan," kenang Anwarudin di RS Bhayangkara Palembang, Kamis (7/5/2026).

Anwarudin menceritakan bahwa hari itu ia mengantarkan anak, menantu, dan cucunya untuk merantau ke Pekanbaru.

Mereka berharap bisa memperbaiki nasib dengan bekerja di perkebunan sawit setelah diajak oleh kerabat.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved