Kecelakaan Bus ALS di Muratara

Tekad Hidup Mandiri di Perantauan Berakhir Tragis, Aldi Bersama Istri dan Bayinya Tewas di Bus ALS

Perjalanan Aldi beserta istri dan anaknya sempat tertunda sebelum akhirnya berangkat menggunakan bus ALS

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Tribun Sumsel
KORBAN KECELAKAAN - Tangkap layar video saat Aldi Sulistiawan (26) dan Rani (24), serta putri kecil mereka yang baru berusia 1,8 tahun, Bela, menaiki bus ALS. Ketiganya meninggal dunia dalam insiden kecelakaan Bus ALS dengan truk tangki minyak di Muratara, Sumsel, Rabu (6/5/2026). (Dok Keluarga/Tribunsumsel.com) 

TRIBUN-MEDAN.com - Video yang memperlihatkan pasangan muda bersama bayinya naik Bus ALS beredar di media sosial (medsos).

Tak ada yang janggal dalam video tersebut. Namun, kejadian memilukan beberapa jam ke depan dialami para penumpang dan kru Bus ALS tersebut setelah menabrak truk tangki lalu terbakar hebat di Muratara, Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (6/5/2026) siang.

Pasangan muda dan bayi itu turut menjadi korban meninggal dunia. Total 16 orang meninggal dunia dalam inisden kecelakaan tragis tersebut. 

Ketiganya Aldi Sulistiawan (26) dan Rani (24), serta putri kecil mereka yang baru berusia 1 tahun 8 bulan, bernama Bela.

Aldi dan keluarga kecilnya berangkat dari wilayah Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Tujuannya menuju Pekanbaru, untuk memulai kehidupan baru yang mandiri.

Takdir berkata lain. Belum sampai tujuan, ketiganya meninggal dunia.

Baca juga: Gubsu Bobby Nasution Soroti Data Manifes Bus ALS, Dishub Sumut Perketat Aturan Naik Turun Penumpang

KECELAKAAN MAUT- Bus ALS sudah dua kali mengalami kecelakaan maut sepanjang setahun terakhir. Tahun 2025 di tanggal 6 Mei, 12 penumpang tewas, dan 6 Mei 2026, 16 penumpang tewas.
KECELAKAAN MAUT- Bus ALS sudah dua kali mengalami kecelakaan maut sepanjang setahun terakhir. Tahun 2025 di tanggal 6 Mei, 12 penumpang tewas, dan 6 Mei 2026, 16 penumpang tewas. (ChatGPT)

Hambali, ayah Rani, menuturkan perjalanan Aldi beserta istri dan anaknya, sempat beberapa kali tertunda sebelum akhirnya berangkat menggunakan bus yang mengalami kecelakaan.

Awalnya, mereka telah memesan tiket Bus Handoyo, namun gagal berangkat karena bus tidak mau menunggu saat kereta api melintas terlalu lama.

Upaya keberangkatan berikutnya juga tertunda lantaran tidak adanya jadwal bus.

“Awalnya bukan bus itu yang mau ditumpangi. Tapi karena tertunda terus, akhirnya naik bus yang kecelakaan itu,” ujar Hambali.

Ia menjelaskan, anak dan menantunya sempat hendak menggunakan bus lain dari wilayah Way Tuba, Lampung. 

Namun berbagai kendala, termasuk keterlambatan akibat perjalanan kereta, membuat keberangkatan kembali tertunda hingga akhirnya mereka memilih bus nahas tersebut pada Rabu (6/5/2026).

Dalam kecelakaan itu, Hambali kehilangan tiga anggota keluarganya sekaligus, yakni anaknya Rani, menantunya Aldi, dan cucunya Bela yang masih balita.

Di tempat yang sama, paman korban, Ramdi, juga mengungkapkan kesedihan mendalam atas kepergian keponakannya.

Menurutnya, Aldi dan Rani berangkat ke Pekanbaru dengan niat hidup mandiri di sana.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved