Berita Viral

Modus Kiai Ashari Lecehkan 50 Santriwati di Pati, Berdalih Sembuhkan Penyakit hingga Tidur Bareng

Mantan santriwati yang menggunakan nama samaran Tari itu mengaku pernah menjadi korban tindakan tidak pantas dari Kiai Ashari

Tayang:
IST
KIAI PATI CABUL - Ashari, kiai pondok pesantren di Pati tersangka pencabulan 50 santriwati belum ditahan, diduga kabur dan mangkir demi hindari pemeriksaan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Akhirnya salah satu mantan santriwati dari Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Pati memberanikan diri mengungkap kesaksiannya terkait dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari.

Mantan santriwati yang menggunakan nama samaran Tari itu mengaku pernah menjadi korban tindakan tidak pantas dari pengasuh pesantren tersebut.

Setelah bertahun-tahun menyimpan trauma dan memilih diam, Tari akhirnya memutuskan melapor ke pihak kepolisian.

Keputusan itu diambil setelah enam tahun ia memendam pengalaman pahit yang dialaminya sendiri.

Tari disebut menjadi satu dari puluhan santriwati yang diduga pernah mengalami perlakuan serupa dari Ashari.

Kesaksiannya pun mulai menarik perhatian publik setelah disampaikan dalam podcast bersama Denny Sumargo.

Dalam perbincangan tersebut, Tari menceritakan bagaimana awal mula dirinya diduga mengalami pelecehan.

Peristiwa itu disebut terjadi ketika dirinya masih duduk di bangku kelas 9 SMP dan tinggal di lingkungan pesantren.

POLISI TANGKAP ASHARI: Polisi pada Kamis (7/5/2026) berhasil menangkap Ashari (berjaket kulit), pendiri Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang menjadi tersangka pencabulan. Sosok kiai yang diduga mencabuli puluhan santriwati itu ditangkap setelah polisi melakukan pengejaran ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jakarta, hingga Jawa Barat. (Dok. Kasat Reskrim Polresta Pati)
POLISI TANGKAP ASHARI: Polisi pada Kamis (7/5/2026) berhasil menangkap Ashari (berjaket kulit), pendiri Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang menjadi tersangka pencabulan. Sosok kiai yang diduga mencabuli puluhan santriwati itu ditangkap setelah polisi melakukan pengejaran ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jakarta, hingga Jawa Barat. (Dok. Kasat Reskrim Polresta Pati) (Tribunjateng.com)

Menurut Tari, ia saat itu sudah cukup dekat dengan Kiai Ashari sehingga sering diminta membantu berbagai hal.

Suatu hari, ia mengaku tiba-tiba diminta memijat pengasuh pondok pesantren tersebut.

Setelah selesai memijat, Tari mengaku wajahnya dicium oleh Ashari.

Namun, menurut pengakuannya, tindakan tersebut saat itu dianggap biasa di lingkungan pesantren bagi santri yang dekat dengan sang kiai.

"Awal mulanya disuruh mijetin. Terus dicium. Kalau udah selesai kan pamitan, terus dicium (pipi kanan kiri bibir), di situ biasa, kalau sudah ndalem sama pak Kiai biasa. Tapi kalau santri biasa cuma salam tangan," ungkap Tari.

Diminta Tidur Bareng

Seiring berjalannya waktu, Tari tak cuma disuruh memijat Ashari saja.

Ia juga diminta beberapa kali menemani sang Kiai berziarah hingga datang ke acara sholawatan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved