Kecelakaan Bus ALS di Muratara
Ratapan Anwarudin Rekam Video Detik-detik Anak-Menantu-Cucu Naik Bus ALS, Jadi Kenangan Selamanya
Sambil mengarahkan kamera ponsel, Anwarudin merekam detik-detik putranya, menantu, dan sang cucu beranjak naik Bus ALS
Berdasarkan komunikasi terakhir, Anwarudin mengungkapkan bahwa perjalanan tersebut memang sudah terasa tidak nyaman sejak awal.
Sang anak sempat mengirim kabar melalui pesan singkat mengenai kondisi di dalam bus.
"Anak saya sempat kasih kabar. Katanya bus sempat mogok cukup lama, dan dia mengeluhkan sopir yang membawa bus secara ugal-ugalan," ungkapnya.
Kini, di tengah duka yang mendalam, Anwarudin hanya berharap adanya keadilan dan tanggung jawab dari pihak manajemen bus.
"Harapan saya, mudah-mudahan PO ALS bertanggung jawab penuh kepada para korban. Kami mohon bantuannya untuk pertanggungjawaban mereka," pungkasnya.
Sudah Beli Tiket Bus Handoyo
Hambali, ayah Rani, menuturkan perjalanan Aldi beserta istri dan anaknya, sempat beberapa kali tertunda sebelum akhirnya berangkat menggunakan bus yang mengalami kecelakaan.
Awalnya, mereka telah memesan tiket Bus Handoyo, namun gagal berangkat karena bus tidak mau menunggu saat kereta api melintas terlalu lama.
Upaya keberangkatan berikutnya juga tertunda lantaran tidak adanya jadwal bus.
“Awalnya bukan bus itu yang mau ditumpangi. Tapi karena tertunda terus, akhirnya naik bus yang kecelakaan itu,” ujar Hambali.
Ia menjelaskan, anak dan menantunya sempat hendak menggunakan bus lain dari wilayah Way Tuba, Lampung.
Namun berbagai kendala, termasuk keterlambatan akibat perjalanan kereta, membuat keberangkatan kembali tertunda hingga akhirnya mereka memilih bus nahas tersebut pada Rabu (6/5/2026).
Dalam kecelakaan itu, Hambali kehilangan tiga anggota keluarganya sekaligus, yakni anaknya Rani, menantunya Aldi, dan cucunya Bela yang masih balita.
Di tempat yang sama, paman korban, Ramdi, juga mengungkapkan kesedihan mendalam atas kepergian keponakannya.
Menurutnya, Aldi dan Rani berangkat ke Pekanbaru dengan niat hidup mandiri di sana.
“Aldi pergi bersama Rani ke sana hendak usaha di Pekanbaru. Sempat kami larang, namun mereka ingin hidup mandiri di sana,” katanya.
Multiangle
Kecelakaan Bus ALS di Muratara
ALS
16 Korban Tewas kecelakaan bus als
Aldi Sulistiawan
pasutri dan anak tewas kecelakaan Bus ALS
| SOSOK Maleh Sopir Cadangan ALS Kecelakaan, Sedang Istirahat dalam Bus: Keluarga Sempat tak Percaya |
|
|---|
| ALS Koreksi Jumlah Korban Laka Maut di Sumsel Jadi 18 Orang, Seluruh Penumpang Dijamin Jasa Raharja |
|
|---|
| Jalan Berlubang Jadi Penyebab Kecelakaan Adu Kambing Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara |
|
|---|
| Bus ALS yang Kecelakaan di Muratara Sumsel Ternyata Armada Berusia 24 Tahun, Beroperasi sejak 2002 |
|
|---|
| Berakhir di Jalur Lintas, Bus ALS Nahas Ternyata Sudah Beroperasi Sejak Tahun 2002 Lalu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Aldi-dan-keluarganya-korban-kecelakaan-terekam-naik-bus-ALS.jpg)