Kecelakaan Bus ALS di Muratara

Ratapan Anwarudin Rekam Video Detik-detik Anak-Menantu-Cucu Naik Bus ALS, Jadi Kenangan Selamanya

Sambil mengarahkan kamera ponsel, Anwarudin merekam detik-detik putranya, menantu, dan sang cucu beranjak naik Bus ALS

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Tribun Sumsel
KORBAN KECELAKAAN - Tangkap layar video saat Aldi Sulistiawan (26) dan Rani (24), serta putri kecil mereka yang baru berusia 1,8 tahun, Bela, menaiki bus ALS. Ketiganya meninggal dunia dalam insiden kecelakaan Bus ALS dengan truk tangki minyak di Muratara, Sumsel, Rabu (6/5/2026). (Dok Keluarga/Tribunsumsel.com) 

Berdasarkan komunikasi terakhir, Anwarudin mengungkapkan bahwa perjalanan tersebut memang sudah terasa tidak nyaman sejak awal.

Sang anak sempat mengirim kabar melalui pesan singkat mengenai kondisi di dalam bus.

"Anak saya sempat kasih kabar. Katanya bus sempat mogok cukup lama, dan dia mengeluhkan sopir yang membawa bus secara ugal-ugalan," ungkapnya.

Kini, di tengah duka yang mendalam, Anwarudin hanya berharap adanya keadilan dan tanggung jawab dari pihak manajemen bus.

"Harapan saya, mudah-mudahan PO ALS bertanggung jawab penuh kepada para korban. Kami mohon bantuannya untuk pertanggungjawaban mereka," pungkasnya.

Sudah Beli Tiket Bus Handoyo

Hambali, ayah Rani, menuturkan perjalanan Aldi beserta istri dan anaknya, sempat beberapa kali tertunda sebelum akhirnya berangkat menggunakan bus yang mengalami kecelakaan.

Awalnya, mereka telah memesan tiket Bus Handoyo, namun gagal berangkat karena bus tidak mau menunggu saat kereta api melintas terlalu lama.

Upaya keberangkatan berikutnya juga tertunda lantaran tidak adanya jadwal bus.

“Awalnya bukan bus itu yang mau ditumpangi. Tapi karena tertunda terus, akhirnya naik bus yang kecelakaan itu,” ujar Hambali.

Ia menjelaskan, anak dan menantunya sempat hendak menggunakan bus lain dari wilayah Way Tuba, Lampung. 

Namun berbagai kendala, termasuk keterlambatan akibat perjalanan kereta, membuat keberangkatan kembali tertunda hingga akhirnya mereka memilih bus nahas tersebut pada Rabu (6/5/2026).

Dalam kecelakaan itu, Hambali kehilangan tiga anggota keluarganya sekaligus, yakni anaknya Rani, menantunya Aldi, dan cucunya Bela yang masih balita.

Di tempat yang sama, paman korban, Ramdi, juga mengungkapkan kesedihan mendalam atas kepergian keponakannya.

Menurutnya, Aldi dan Rani berangkat ke Pekanbaru dengan niat hidup mandiri di sana.

“Aldi pergi bersama Rani ke sana hendak usaha di Pekanbaru. Sempat kami larang, namun mereka ingin hidup mandiri di sana,” katanya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved