Kecelakaan Bus ALS di Muratara

Bus ALS yang Kecelakaan di Muratara Sumsel Ternyata Armada Berusia 24 Tahun, Beroperasi sejak 2002

Bus ALS yang mengalami kecelakaan maut di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, ternyata telah beroperasi 24 tahun.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
BUS ALS KECELAKAAN - Suasana di pool bus PT ALS, di Jalan SM Raja, Kota Medan, Kamis (7/5/2026). Bus ALS nahas yang kecelakaan di Sumatera Selatan kemarin, diketahui sudah beroperasi sejak tahun 2002 lalu 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bus milik PT Antar Lintas Sumatera (ALS) yang mengalami kecelakaan maut di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, ternyata telah beroperasi selama kurang lebih 24 tahun.

Bus pabrikan Mercedes-Benz tersebut kini hangus terbakar setelah terlibat tabrakan hebat, mengakhiri masa tugasnya sebagai salah satu armada perusahaan otobus legendaris di Sumatra Utara.

Humas PT ALS, Alwi Matondang, mengungkapkan bahwa bus dengan nomor polisi BK 7778 DL tersebut pertama kali dibeli dan mulai dioperasikan pada tahun 2002.

"Sudah 20 tahun lebih beroperasi, sejak tahun 2002," ujar Alwi saat memberikan keterangan pada Kamis (7/5/2026).

Sebagai perusahaan dengan trayek terjauh di Indonesia, PT ALS memang dikenal mengandalkan ketahanan mesin pabrikan Jerman untuk melintasi jalur ekstrem Sumatra-Jawa.

Meskipun armada modern perusahaan kini didominasi tipe seperti OH 1626L Air Suspension, bus nahas ini tetap dipertahankan sebagai unit pendukung operasional perusahaan.

Manajemen Sebut Bus Cadangan Layak Jalan dan Rutin Jalani Pengecekan

Alwi menjelaskan bahwa bus yang mengalami kecelakaan kemarin sebenarnya merupakan bus cadangan untuk pelayanan rute jarak jauh, termasuk rute Semarang-Medan.

Meski usianya sudah mencapai dua dekade, manajemen mengeklaim kondisi fisik dan mesin bus masih sangat layak untuk mengangkut penumpang di jalur lintas.

Bus tersebut dikirimkan ke Semarang sejak hari Minggu lalu untuk menggantikan unit lain yang sedang mengalami kendala teknis atau kerusakan di sana.

"Jadi kebetulan kosong di Semarang, makanya kita perbantukan dia ke Semarang. Kebetulan kan ada kendala bus di Semarang," ungkap Alwi menjelaskan kronologi keberangkatan armada tersebut.

Ia menegaskan bahwa usia kendaraan tidak mengurangi standar keamanan karena PT ALS selalu menerapkan SOP pengecekan rutin sebelum dan sesudah bus beroperasi.

Pemeriksaan menyeluruh mencakup komponen vital seperti sistem pengereman, kondisi ban, kelistrikan lampu, hingga performa mesin secara mendetail.

Pihak manajemen memastikan bahwa setiap armada yang dilepas ke lintasan telah melalui inspeksi teknis guna menjamin keselamatan penumpang selama di perjalanan.

(mns/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved